Manado,KOMENTAR.CO.ID – Perkumpulan Perempuan-Perempuan Tanah Minahasa (PPTM) di Jakarta, memiliki program sosial setiap tahunnya.
Kali ini dalam memaknai perayaan Paskah, Perkumpulan Perempuan-Perempuan Tanah Minahasa (PPTM) menggelar berbagai aksi sosial di Sulawesi Utara (Sulut).
Pertama PPTM menggelar Vaksin HPV 500 orang di desa Kakas 9 April 2026 untuk pencegahan sel kanker, yang telah berjalan baik dan lancar serta dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin Paulus Octavianus,Sp.PKR, yang adalah suami dari Ibu Linda Taroreh adalah Wakil Ketua Panitia Baksos 2026 bersama ibu Letkol Patris Rumbayan Giono yang merupakan ibunda terkasih Sekertaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang turut menyumbangkan 1 hand tractor bagi masyarakat setempat.
Kemudian,dilakukan bakti sosial di Desa Warisa dan Talawaan dengan menyumbangkan sembako berupa beras, gula pasir dan minyak goreng di hadiri oleh masyarakat setempat dengan penuh rasa bahagia.
Kegiatan tersebut dihadir Ibu Wamenkes Linda Taroreh, Iibu Ketua Umum PPTM, Henny Korah Langi, Ibu Waketum Sandra Sambuaga dan peserta dan panitia yang tergabung dalam Perkumpulan PPTM dari Jakarta.
Dalam sambutan, Ketua Umum ibu Henny Korah Langi menegaskan bahwa Perkumpulan PPTM ini sudah berbadan hukum dan diakui sebagai perkumpulan yang sah. Oleh karena itu, Henny mengimbau untuk seluruh anggota yang berada di tanah perantauan agar supaya selalu mengingat kampung halaman di Minahasa untuk pembangunan maupun kegiatan bakti sosial yang setiap tahun diadakan.
Demikian juga Ibu Nontje Loprang Polii mengatakan, bahwa pemberian sembako ini merupakan bukti kasih nyata dalam rangka Paskah dari organisasi kami PPTM kepada masyarakat setempat yg tahun ini di desa Warisa dan Talawaan, Likupang, Minahasa Utara.
Kemudian, PPTM memberikan santunan dana untuk anak Yatim Piatu yang berada di Karombasan dan juga Panti Werda Damai di Ranomuut, Paal 2, Selasa, 14 April 2026. Dalam kesempatan itu, Cie Non, begitu dirinya disapa merasa terharu melihat ibu-bapa yang sudah tua bernyanyi dan bersukacita di tengah kesusahan yang mereka alami pada bulan Desember lalu yaitu Kebakaran yang merenggut nyawa di tempat Yayasan ini.
(*)













