MINUT KOMENTAR-Awan duka menyelimuti Kabupaten Minahasa Utara, dimana salah satu hamba Tuhan yang tak kenal lelah merajut persaudaraan antarumat beragama, Pdt. Theogives I.M. Karundeng, M.Th, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Minawerot, telah berpulang ke rumah Bapa pada Kamis (16/05/2026), ia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaat, dan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam suasana yang penuh khidmat di Rumah Duka Gereja GMIM Eben Haezer, Desa Treman, Bupati Minahasa Utara, Pnt. Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M.Si didampingi oleh istri tercinta, Ketua TP-PKK, Ny. Rizya Ganda Davega, hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir.
Kehadiran orang nomor satu di Minut ini adalah wujud kecintaan pribadi kepada seorang sahabat dan rekan sejawat dalam pelayanan.
Ibadah penghiburan yang dipimpin oleh Ketua BPMJ Baitani Watudambo, Pdt. Elgin Sarajar, S.Pd.K, berlangsung haru. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tokoh agama lintas iman, hingga masyarakat umum, memadati area gereja untuk melepas kepergian sang gembala.
Momen paling menyentuh terjadi ketika Bupati Dr. Joune Ganda menyampaikan kata-kata penghiburan. Dengan ekspresi menahan haru, Joune menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalamnya. Baginya, kepergian Pdt. Theogives bukan hanya kehilangan seorang pejabat gereja atau ketua FKUB, tetapi kehilangan seorang saudara, mentor, dan mitra strategis dalam membangun harmoni di tanah Minahasa Utara.
“Hari ini, hati saya dan seluruh keluarga besar Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terasa sangat berat. Kita tidak hanya kehilangan seorang pemimpin rohani, tetapi kita kehilangan seorang hamba Tuhan yang selama ini dengan sabar dan bijak menjaga kerukunan umat beragama di daerah kita,” ujar Joune di hadapan ratusan pelayat.
Bupati Joune mengenang almarhum sebagai figur yang langka, seorang pelayan Tuhan yang memiliki dedikasi tanpa batas, rendah hati, namun teguh dalam prinsip kebenaran.
“Pdt. Theogives adalah teladan nyata bagaimana iman diterjemahkan dalam tindakan nyata untuk sesama. Beliau tidak pernah membedakan suku atau agama dalam melayani. Bagi saya pribadi, kepergian beliau adalah kehilangan yang sangat besar. Saya kehilangan seorang teman diskusi, seorang rekan seperjuangan di BPMW Minawerot, yang selalu membawa semangat damai dalam setiap langkah pelayanannya,” tambah Joune dengan mata berkaca-kaca.
” Saya dan Istri Ny. Rizya Davega mewakili seluruh aparatur sipil dan masyarakat Minut, menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas segala jasa almarhum. Warisan kerukunan yang beliau tanam akan terus kami jaga dan rawat bersama.
Selamat jalan, Pdt. Theogives I.M. Karundeng, M.Th. Pelayananmu telah selesai dengan baik, dan mahkota kemuliaan menantimu di sisi Tuhan,”ungkap Joune sekaligus menutup sambutannya.
Jose







