Pnt. Steven Samsudin
MANADO KOMENTAR-Suasana persiapan yang matang dan penuh semangat melayani terlihat di Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Galilea Teling yang menjadi salah satu tuan rumah pelaksana rangkaian kegiatan Hari Persatuan (Hapsa) Pria/Kaum Bapa (PKB) Sinode GMIM tahun 2026.
Jemaat ini tengah memoles segala aspek teknis demi menyambut ribuan peserta. Di garda terdepan persiapan ini berdiri Ketua Komisi Pria Kaum Bapa (P/KB), Pnt. Steven Samsudin, atau yang akrab disapa “Abba”, yang menempatkan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama dalam gelaran akbar tersebut.
Fokus utama panitia lokal di bawah kepemimpinan Abba tertuju pada dua agenda bergengsi yang dijadwalkan berlangsung pada 5-7 Juni 2026, yakni Lomba Vocal Group Seri A dan Turnamen Bola Voli. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, Abba menegaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah “melayani di ladang Tuhan”.
“Ini bukan sekadar lomba, melainkan sebuah pesta iman dengan tujuan memuji serta memuliakan nama Tuhan. Oleh karena itu, komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik mulai dari kedatangan peserta hingga mereka kembali ke jemaat masing-masing dengan kesan yang mendalam,” ujar Abba dengan penuh keyakinan.
Dalam mematangkan konsep pelayanan tersebut, Steven Samsudin secara terbuka mengaku banyak mengadopsi gaya manajemen dan keramahan tamu yang pernah diterapkan oleh Recky Langie, Ketua Umum Panitia Paskah Nasional yang sukses menyita perhatian puluhan ribu peserta saat Paskah Nasional digelar di Manado beberapa waktu lalu.
Kedekatan personal dan spiritual antara Abba dengan Recky Langie yang tidak lain adalah saudara kembar dari Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke Langie, menjadi bahan bakar tambahan bagi semangat panitia.
Sinergi ini bukan hanya soal kekerabatan, melainkan transfer pengetahuan (knowledge sharing) tentang bagaimana mengelola acara berskala besar dengan standar pelayanan yang humanis, tertib, dan berkesan.
“Kedekatan saya dengan Pak Recky Langie menambah semangat kami untuk terus maju. Kami belajar dari kesuksesan Paskah Nasional sebelumnya tentang bagaimana melayani tamu Tuhan dengan hati. Standar itulah yang ingin kami terapkan di HAPSA PKB 2026 ini,” jelasnya.
Kesiapan GMIM Galilea Teling terlihat nyata dalam struktur kepanitiaannya. Abba mengungkapkan telah membentuk panitia lokal yang solid sebanyak 150 anggota jemaat yang direkrut dari 19 kolom. Setiap individu memiliki tanggung jawab spesifik untuk memastikan tidak ada celah dalam pelayanan.
Salah satu inovasi pelayanan yang disiapkan adalah pembentukan tim khusus “Panji Yosua”. Tim ini bertugas khusus mengatur arus lalu lintas dan menjamin kenyamanan serta keamanan peserta selama berada di area gereja dan lokasi lomba. Langkah proaktif ini diambil untuk mengantisipasi kepadatan pengunjung dan memastikan alur kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan.
“Kami sudah memaparkan teknis pelayanan ini dalam pertemuan dengan Kelompok Kerja (Pokja) belum lama ini. Semua sistem sudah ready,” tambah Abba.
Kesuksesan persiapan ini tidak lepas dari dukungan penuh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Galilea Teling dan seluruh Pelayan Khusus (Pelsus). Abba mengapresiasi kolaborasi erat ini, di mana panitia tidak bekerja sendiri, melainkan didukung oleh seluruh elemen gereja.
“Dipilih sebagai tuan rumah adalah kehormatan yang harus disyukuri dengan penuh rasa tanggung jawab. Dengan dukungan BPMJ dan Pelsus, kami optimis GMIM Galilea Teling dapat meraih predikat terbaik di antara sejumlah jemaat tuan rumah lainnya,” tutupnya.
Dengan kombinasi strategi pelayanan prima, adopsi keberhasilan masa lalu melalui figur Recky Langie, dan solidaritas jemaat yang kuat, GMIM Galilea Teling siap menghadirkan momen HAPSA P/KB 2026 yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga menjadi berkat bagi seluruh peserta.
Joppy Senduk







