Fighter Aprilian Lumbaa, SE
MANADO KOMENTAR-Peta politik Kota Manado untuk Pemilihan Walikota (Pilwako) 2029 mulai memanas. Ditengah spekulasi para tokoh politik, muncul sejumlah nama besar. Partai Gerindra tampak memiliki kartu as yang kuat yakni Fighter Aprilian Lumbaa, S.E, Putra ketiga dari Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus itu, menjadi figur yang tepat untuk didorong merebut jabatan Walikota Manado.
Keyakinan ini disampaikan dengan tegas oleh Anggota Dewan Penasihat Partai Gerindra Sulawesi Utara, Drs. Karel Nayoan. Dalam keterangannya di Manado, Senin (26/5/2026), Karel Nayoan menyatakan optimisme tinggi bahwa Fighter Lumbaa memiliki modal sosial dan elektabilitas yang mumpuni untuk mengikuti jejak sukses sang ayah yang terpilih sebagai Gubernur.
“Dalam politik, tidak ada yang mustahil. Fighter adalah figur yang tepat. Ia bukan sekadar anak Gubernur, tetapi pribadi yang telah membangun kedekatan emosional dengan warga Manado,” ujar Karel Nayoan dengan penuh keyakinan.
Menurut Karel, kombinasi latar belakang Fighter sebagai bagian dari keluarga pemimpin dinilai mampu merangkul basis massa yang luas, melampaui sekat-sekat primordialisme yang sering muncul dalam kontestasi lokal.
Karel Nayoan menyoroti bahwa nama Fighter Lumbaa sudah tidak asing lagi di telinga publik Manado. Selain faktor garis keturunan Minahasa, popularitas Fighter juga didongkrak oleh prestasinya di bidang olahraga. Keberhasilannya meraih medali dalam cabang menembak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII 2025 telah mencetak citra positif sebagai sosok yang disiplin, fokus, dan berprestasi.
“Fighter adalah figur unik. Ia dikenal di kalangan atlet dan masyarakat umum sebagai pribadi yang rendah hati namun kompetitif. Ini adalah modal penting bagi seorang calon kepala daerah,” tambah Karel.
Optimisme Gerindra ini juga didasarkan pada hasil nyata partai dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) terbaru yang memunculkan figur-figur baru yang mampu mendorong elektabilitas partai.
Dengan berhasil menduduki peringkat ketiga perolehan suara di DPRD Kota Manado dan mengamankan posisi Wakil Ketua DPRD, Gerindra memiliki fondasi mesin politik yang solid. Karel menegaskan, partai berlambang kepala garuda itu tidak ingin mengulangi kegagalan pada Pilwako 2024. “Kali ini, targetnya jelas merebut kursi “Manado Satu,”tegas Karel.
Meski optimis, Karel Nayoan menyadari bahwa pertarungan di Pilwako 2029 akan sangat ketat. Fighter Lumbaa diprediksi akan berhadapan dengan dua raksasa politik lainnya:
- Mor Bastian, mantan Wakil Walikota Manado yang digadang-gadang oleh Partai Demokrat.
- Rio Dondokambey, Anggota DPR RI yang akan diusung oleh PDI Perjuangan, sosok putra mantan Gubernur Olly Dondokambay.
Namun, bagi Karel Nayoan, kehadiran dua figur tersebut justru menjadi tantangan yang membangkitkan semangat juang Gerindra. “Kami siap bertarung secara fair dan demokratis. Dengan kekuatan organisasi yang solid dan figur kandidat yang memiliki integritas serta rekam jejak bersih seperti Fighter, kami yakin bisa memenangkan hati rakyat Manado,” pungkasnya.
Dengan deklarasi dukungan tersirat dari tokoh senior seperti Karel Nayoan, langkah Fighter Aprilian Lumbaa menuju bursa calon Walikota Manado 2029 tampaknya semakin terbuka lebar. Publik kini menunggu apakah strategi “meneruskan estafet kepemimpinan” ini akan berhasil membawa kemenangan bagi Gerindra di ibu kota Provinsi Sulawesi Utara tersebut.
Jose







