Tanggapi Viral Aksi Warga Bangun Jalan, Joune Ganda Instruksikan Camat Turun Lapangan, Bangun Komunikasi, Luruskan Persepsi

Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M.Si

MINAHASA UTARA KOMENTAR-Suasana pagi di Lapangan Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (20/04/2026), terasa berbeda. Dalam apel peringatan hari Korpri, Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si, tidak hanya sekadar menyampaikan pesan rutin tentang disiplin ASN.

Ia membawa sebuah pesan krusial yang merespons dinamika sosial terkini, khususnya terkait viralnya aksi swadaya masyarakat memperbaiki jalan di media sosial.

Dengan nada tenang namun tegas, Bupati Joune membuka sambutannya dengan mengapresiasi semangat kepedulian warga. Namun, ia segera meluruskan persepsi yang berkembang bahwa aksi tersebut merupakan bukti “ketidakhadiran” pemerintah.

“Saya sangat menghargai jiwa gotong royong masyarakat Minahasa Utara. Kepedulian warga terhadap lingkungan adalah modal sosial yang luar biasa. Pemerintah tidak pernah melarang, bahkan selalu mendorong inisiatif mandiri,” ujar Joune di hadapan ratusan ASN.

Poin penting yang ditekankan Bupati Joune adalah adanya kesenjangan pemahaman antara kecepatan informasi di media sosial dengan kompleksitas prosedur pembangunan negara.

Ia menyoroti fenomena di mana perbaikan jalan sepanjang beberapa meter oleh warga diviralkan secara berulang-ulang dengan narasi yang menyudutkan kinerja pemerintah daerah.

“Pembangunan infrastruktur bukanlah pekerjaan instan yang bisa dilakukan sembarangan. Ada mekanisme ketat yang harus dijaga demi akuntabilitas uang rakyat,” jelasnya.

Joune merinci bahwa setiap meter jalan yang dibangun pemerintah harus melalui tahapan panjang, mulai dari usulan dalam Musyawarah Desa (Musdes), verifikasi teknis, masuk dalam perencanaan daerah, hingga penganggaran di APBD.

Proses ini dirancang untuk memastikan bahwa pembangunan tepat sasaran, memenuhi standar teknis, dan tahan lama.

“Jangan sampai karena kita memperbaiki beberapa meter jalan secara swadaya lalu diviralkan seolah-olah pemerintah tidur. Narasi seperti ini justru menutupi kerja keras pemerintah yang sedang mengerjakan ruas jalan strategis lainnya secara sistematis,” tegasnya.

Untuk memberikan gambaran utuh kepada publik dan ASN, Bupati Joune juga memaparkan kondisi riil keuangan daerah yang sedang dihadapi Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2026 ini.

Berdasarkan data APBD 2026, total belanja daerah diproyeksikan mencapai Rp 887,82 miliar, sementara pendapatan daerah hanya sekitar Rp 875,92 miliar. Yang menjadi perhatian serius adalah komposisi pendapatan tersebut, di mana sekitar 79 persen masih bergantung pada Dana Transfer Pusat.

Lebih jauh, situasi fiskal tahun ini diperberat dengan adanya pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat yang diperkirakan anjlok hingga Rp 198 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk melakukan prioritisasi anggaran yang sangat ketat.

“Bukan pemerintah tidak mau bekerja atau tidak peduli. Faktanya, kita menghadapi keterbatasan ruang fiskal yang signifikan. Dengan TKD yang dipangkas hampir Rp 200 miliar, setiap rupiah anggaran harus diperas untuk prioritas yang dampaknya dirasakan paling banyak oleh rakyat, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur utama,” papar Joune dengan lugas.

Ia menambahkan, jika pembangunan dilakukan tanpa perencanaan matang dan hanya mengikuti tren sesaat, dikhawatirkan infrastruktur tersebut tidak memenuhi standar teknis dan cepat rusak, yang justru akan merugikan masyarakat itu sendiri di kemudian hari.

Kendati begitu, Bupati Joune tidak tinggal diam ia langsung memberikan instruksi khusus kepada para Camat se-Kabupaten Minahasa Utara agar tidak pasif. Menurut Bupati, lemahnya komunikasi antara pemerintah kecamatan dan desa menjadi celah tumbuhnya misinformasi.

“Camat tidak boleh pasif menunggu laporan di kantor. Saya perintahkan agar turun langsung ke desa-desa. Bangun komunikasi intensif dengan kepala desa dan tokoh masyarakat. Jelaskan kondisi anggaran kita, jelaskan proses perencanaan, dan dengarkan aspirasi mereka secara langsung,” perintahnya.

Joune menekankan bahwa kehadiran ASN di tengah masyarakat adalah kunci untuk mematahkan narasi negatif. “Kalau ada isu yang berkembang, jawab dengan data, jawab dengan kehadiran, dan jawab dengan kerja konkret,”ungkapnya.

Diakhir sambutannya, Bupati Joune kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi. Gotong royong tetaplah jiwa bangsa, namun harus dijalankan berdampingan dengan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Mari kita bangun Minahasa Utara dengan kepala dingin dan hati yang hangat. Pahami keterbatasan kita, hormati mekanisme yang ada, dan fokuslah pada hasil nyata yang berkelanjutan. Bersama-sama, kita pastikan setiap langkah pembangunan membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat,” tutup Joune mengakhiri apel dengan penuh harap.

Apel tersebut ditutup dengan komitmen bersama seluruh ASN untuk meningkatkan kinerja, memperkuat komunikasi publik, dan menjaga stabilitas daerah di tengah tantangan ekonomi global maupun lokal.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *