NUSA UTARA Suara masyarakat dari pelosok kepulauan kembali menggema dalam agenda reses anggota DPRD Sulawesi Utara. Kali ini, tiga wakil rakyat turun langsung ke Nusa Utara, menyapa warga dan mendengarkan aspirasi yang menyentuh kebutuhan dasar serta harapan akan pembangunan yang lebih merata.

Ketua DPRD Sulut, Dr. Andi Silangen, menggelar reses di Kelurahan Tatahadeng, Kecamatan Siau Timur. Dalam pertemuan hangat bersama warga, berbagai persoalan lingkungan dan keamanan menjadi sorotan.

Warga juga menekankan kebutuhan mendesak seperti perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan penambahan lampu penerangan jalan. Menanggapi hal itu, Silangen menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh masukan warga melalui fungsi legislasi dan pengawasan DPRD.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat demi pemerataan pembangunan serta pemenuhan pelayanan dasar.

Sementara itu, anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Vionita Kuera, melaksanakan reses di Perkampungan Bukide Timur, Kecamatan Nusa Tabukan, Kepulauan Sangihe.

Warga menyampaikan beragam persoalan, mulai dari keterbatasan listrik yang hanya menyala 12 jam, hingga dampaknya terhadap ketersediaan air bersih. Mereka juga berharap agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau pelajar di semua jenjang pendidikan. Infrastruktur jalan setapak, pembangunan rumah ibadah, talud pantai, serta bantuan bibit pertanian dan sarana nelayan turut menjadi aspirasi utama.

Kuera menegaskan bahwa suara masyarakat kepulauan adalah bagian penting dari agenda pembangunan daerah.
Ditempat lain, anggota DPRD Sulut dari Dapil Nusa Utara, Ronal Sampel dan Normans Luntungan, juga melaksanakan reses dengan semangat yang sama: hadir di tengah masyarakat untuk mendengar, mencatat, dan memperjuangkan kebutuhan warga. Kehadiran mereka menegaskan bahwa wakil rakyat bukan hanya simbol, melainkan jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

Reses kali ini menjadi bukti nyata bahwa aspirasi masyarakat kepulauan tidak boleh dipandang sebelah mata. Dari rumah layak huni hingga listrik, dari jalan setapak hingga talud pantai, semua adalah kebutuhan mendasar yang menentukan kualitas hidup warga. Antusiasme masyarakat dalam menyampaikan suara mereka menunjukkan betapa besar harapan terhadap perhatian pemerintah. Semoga hasil reses ini benar-benar menjadi pijakan bagi program pembangunan yang lebih adil, merata, dan menyentuh kehidupan nyata rakyat Sulawesi Utara.
Jose







