Titiek Soeharto Apresiasi Kepemimpinan Bupati Joune dalam Menjaga Keseimbangan Pembangunan dan Pariwisata

MINUT KOMENTAR-Suasana penuh keakraban dan rasa saling menghormati mewarnai kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, beserta rombongan Panitia Kerja (Panja) RUU Kehutanan di Desa Winuri, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sabtu (06/06/2026).

Kedatangan putri kedua Presiden ke-2 RI, HM Soeharto ini, disambut langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si.

Penyambutan istimewa ini adalah bentuk apresiasi tinggi Pemkab Minut terhadap perhatian khusus yang diberikan Titiek Soeharto terhadap pembangunan berkelanjutan di daerah ini.

Dalam sambutannya, Bupati Joune Ganda menyatakan bahwa kehadiran Ketua Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup, merupakan momentum emas bagi Minahasa Utara.

Ia menekankan bahwa Likupang, sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas (DSP), membutuhkan regulasi kehutanan yang tidak hanya melindungi ekosistem, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal.

“Kami sangat bersyukur dan merasa dihargai. Kehadiran Ibu Titiek Soeharto di tengah-tengah kami di Desa Winuri menunjukkan bahwa Jakarta mendengar suara daerah. Minahasa Utara, dengan hutan dan pesisirnya yang indah, siap menjadi laboratorium percontohan bagaimana RUU Kehutanan bisa diterapkan secara adil, pro-rakyat, dan ramah lingkungan,” ujar Joune Ganda dengan senyum lebar, sambil berjabat tangan erat dengan Titiek Soeharto.

Joune juga menambahkan, sinergi antara legislatif pusat dan eksekutif daerah seperti ini adalah kunci, sekaligus memberi semangat bagi pemerintah Minahasa Utara untuk berkomitmen menjaga alam, tapi kami juga butuh payung hukum yang kuat agar ekonomi masyarakat tetap tumbuh. “Terima kasih atas kepedulian Ibu Titiek,”tutup Joune Ganda yang juga Sekjen APKAS ini.

Menanggapi sambutan hangat tersebut, Titiek Soeharto menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam Minahasa Utara dan keramahan warganya. Sebagai Ketua Komisi IV, ia menegaskan bahwa kunjungannya ke Likupang adalah untuk menyerap aspirasi langsung dari pelaku usaha, pemerintah daerah, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Saya datang ke sini bukan hanya untuk melihat hutan, tapi untuk mendengar hati masyarakat. RUU Kehutanan haruslah menjadi instrumen yang melindungi hak-hak masyarakat adat dan lokal, sekaligus menjamin keberlanjutan ekosistem. Minahasa Utara memiliki potensi luar biasa, dan saya ingin memastikan undang-undang ini nanti tidak menghambat, justru mempercepat kesejahteraan warga di sini,” ungkap Titiek Soeharto.

Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Joune Ganda yang dinilai konsisten dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur pariwisata dan konservasi lingkungan.

“Pak Bupati Joune adalah mitra yang visioner. Kami di DPR RI senang bekerja sama dengan kepala daerah yang punya visi jelas seperti beliau,” tambahnya.

Rapat koordinasi Panja Komisi IV DPR RI tersebut membahas sejumlah isu krusial, termasuk tata kelola hutan lindung di kawasan penyangga DSP Likupang, perizinan berbasis risiko, serta pemberdayaan masyarakat melalui perhutanan sosial. Kehadiran Titiek Soeharto memberikan semangat baru bagi para pemangku kepentingan lokal untuk lebih aktif terlibat dalam proses legislasi nasional.

Acara ditutup dengan foto bersama dan peninjauan lokasi demonstrasi plot perhutanan sosial di Desa Winuri. Dengan dukungan penuh dari figur sekelas Titiek Soeharto dan komitmen kuat dari Bupati Joune Ganda, Minahasa Utara optimis dapat menjadi model nasional dalam implementasi RUU Kehutanan yang berkeadilan dan berwawasan lingkungan.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *