Aaltje Dondokambey: Harmony Award Bukan Sekadar Simbol, Tapi Bukti Nyata Manado Kota Toleransi

Berita Utama, DPRD, Manado1002 Dilihat

MANADO KOMENTAR-Kerukunan umat beragama bukan sekadar wacana, melainkan napas kehidupan masyarakat Kota Manado.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPRD Kota Manado, apt. Dra. Aaltje Dondokambey, M.Kes., saat menghadiri Launching Harmony Award Kelurahan se-Kota Manado, di Aula Serbaguna Kantor Walikota Manado, Senin (01/06/2026).

Kefuatan tersebut digelar untuk mengapresiasi kelurahan-kelurahan yang berhasil menjaga harmoni sosial ini dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, Sekretaris Daerah Kota Manado, dr. Steaven Dandel, M.Ph., jajaran Forkopimda, tokoh-tokoh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta para lurah dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Aaltje Dondokambey menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkot Manado dan FKUB atas inisiatif melahirkan Harmony Award. Bagi Aaltje, penghargaan ini adalah instrumen strategis untuk memperkuat modal sosial Manado sebagai kota yang paling toleran di Indonesia.

“Harmony Award ini sangat penting. Ini bukan hanya piala atau sertifikat, tapi pengakuan negara terhadap upaya warga dan aparat kelurahan dalam merawat perbedaan. DPRD Kota Manado sepenuhnya mendukung program ini karena kerukunan adalah prasyarat utama bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat,” ujar Aaltje dengan penuh semangat.

Ia menekankan bahwa peran legislatif tidak berhenti pada pembuatan peraturan daerah, tetapi juga memastikan bahwa nilai-nilai toleransi tertanam hingga ke tingkat akar rumput, yaitu kelurahan. “Kami akan terus mengawal anggaran dan kebijakan yang mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Karena ketika warga rukun, pemerintahan menjadi mudah, dan investasi pun datang,” tambahnya.

Kehadiran Wakil Walikota Richard Sualang dan Sekda Steaven Dandel menunjukkan komitmen kuat eksekutif dalam menjadikan Manado sebagai barometer toleransi nasional. Sementara itu, kehadiran Forkopimda dan FKUB menegaskan bahwa menjaga harmony adalah tugas bersama seluruh elemen bangsa, lintas agama, dan lintas institusi.

Aaltje juga mengajak seluruh lurah yang hadir untuk tidak melihat Harmony Award sebagai beban administratif, melainkan sebagai motivasi untuk terus menciptakan lingkungan yang inklusif. “Jadilah agen perdamaian di wilayah masing-masing. Jika ada potensi konflik, selesaikan dengan dialog, bukan dengan emosi. Manado harus tetap menjadi rumah bagi semua,” pesannya.

Dengan diluncurkannya Harmony Award ini, Pemkot Manado berharap dapat memotivasi seluruh 87 kelurahan di Kota Manado untuk secara proaktif membangun dialog antarumat beragama, mencegah radikalisme, dan memperkuat gotong royong.

Bagi Ketua DPRD Aaltje Dondokambey, keberhasilan Manado menjaga kerukunan adalah prestasi kolektif yang harus dijaga dengan ketat. “Mari kita jadikan Manado contoh bagi dunia. Bahwa di tengah keberagaman, kita bisa hidup berdampingan dengan damai, saling menghormati, dan saling mencintai. Itu adalah kekuatan terbesar kita,” tutup Aaltje.

Acara berlangsung khidmat dan diakhiri dengan penyerahan simbolis panduan penilaian Harmony Award kepada perwakilan kelurahan, menandai dimulainya kompetisi positif untuk menjaga persatuan di Bumi Beringin.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *