Maykel Damopolii – Ketua DPD II Golkar Manado
MANADO KOMENTAR-Kontestasi menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara kian menghangat.
Klaim sepihak yang menyebutkan adanya dominasi suara dari kubu Tonny Hendrik Lasut langsung mendapat bantahan tegas dari Ketua DPD II Partai Golkar Manado Maykel Damopolii (Teba). Ia menegaskan bahwa Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai calon petahana tetap memiliki peluang besar dan dukungan kuat untuk kembali memimpin Golkar Sulut.
“Klain sepihak tak akan mampu mempengaruhi dukungan kepada Ibu CEP,”kata Teba di kantor DPRD Manado, Senin (24/11/2025).
Damopolii menjelaskan, dari total 15 DPD II Partai Golkar di Sulut, hanya tiga yang belum menentukan sikap. Sementara itu, suara dari DPD I, organisasi sayap, dan DPP turut menjadi penentu, sehingga total ada 21 suara yang akan berpartisipasi dalam Musda.
Menurutnya, dari 21 suara tersebut, 14 sudah pasti berada di barisan CEP, sementara 4 suara mendukung Tonny Cs. Tiga suara yang masih mengambang diyakini akan beralih mendukung CEP pada saat Musda berlangsung.
“Saya tidak akan menyebutkan DPD mana yang belum menentukan pilihan, tetapi selisih suara sudah sangat jelas. Bahkan jika tiga suara itu jatuh ke kubu Tonny, tetap tidak akan mampu mengungguli perolehan suara CEP,” tegas Damopolii.
Dengan keyakinan penuh, Damopolii yang juga Wakil Ketua DPRD Manado menyampaikan pernyataan dengan optimismenya.
“Kita sangat optimis, Ibu Ketua Christiany Eugenia Paruntu akan kembali memimpin DPD II Partai Golkar Sulut,” ujarnya.
Lanjut kata Teba, bahwa Christiany Eugenia Paruntu (CEP) adalah salah satu figur politik berpengaruh di Sulawesi Utara. Rekam jejaknya sebagai Bupati Minahasa Selatan selama dua periode menjadi fondasi kuat yang mengangkat elektabilitasnya hingga ke panggung nasional. Kini, kepercayaan rakyat kembali diberikan dengan terpilihnya CEP sebagai Anggota DPR RI periode 2025–2030.
“Selama memimpin Minahasa Selatan, CEP dikenal sebagai sosok yang mampu menghadirkan stabilitas pemerintahan daerah sekaligus mendorong pembangunan yang menyentuh masyarakat. Dua periode kepemimpinannya menjadi bukti nyata konsistensi dan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,”tegasnya.
Belum lagi dengan kehadiran CEP di DPR RI yang secara politik menambah bobot elektabilitasnya. Ia tidak hanya membawa pengalaman birokrasi daerah, tetapi juga memperluas pengaruh politiknya di tingkat nasional. Dukungan yang terus mengalir dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa CEP masih menjadi magnet politik yang kuat, baik di Sulut maupun di arena politik nasional.
“Rekam jejak dua periode sebagai Bupati Minahasa Selatan adalah modal besar. Kini, dengan duduk di DPR RI, CEP semakin memperlihatkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang layak dipercaya dikalangan pengurus dan simpatisan partai Golkar Sulawesi Utara,” ujarnya.
Dengan kombinasi pengalaman lokal dan mandat nasional kata Teba, CEP dipandang memiliki elektabilitas yang kokoh. Kehadirannya di DPR RI periode 2025–2030 bukan hanya simbol kepercayaan rakyat, tetapi juga penegasan bahwa CEP tetap menjadi salah satu figur sentral dalam peta politik Sulawesi Utara.
“Diinternal Golkar Sulut, belum ada figur yang bisa menggantikan peran politik Christiany Eugenia Paruntu. Oleh karena itu, saya sangat optimis DPP Partai Golkar akan memberikan dukungan penuh, agar CEP kembali memimpin Golkar Sulut”tandasnya.
Joppy Senduk













