KENDARI KOMENTAR-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional melalui partisipasi aktif dalam ajang United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026.
Ajang bergengsi yang berlangsung di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada 6–10 Mei 2026 ini menjadi momentum strategis bagi Minut untuk mempromosikan model tata kelola pemerintahan yang inklusif serta pengembangan pariwisata berkelanjutan kepada pemimpin daerah se-Asia Pasifik.
Kehadiran delegasi Minahasa Utara, yang dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hanny Tambani bersama Sekretaris Daerah, bukan sekadar kehadiran seremonial. Mereka hadir mewakili Bupati Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai anggota Executive Bureau (Exbu) UCLG ASPAC. Posisi strategis ini memungkinkan Minahasa Utara mengambil peran sentral dalam merumuskan kebijakan pembangunan kota dan daerah di tingkat regional.
Dalam berbagai sesi diskusi strategis, delegasi Minut aktif berbagi pengalaman dan best practice dalam mengelola potensi lokal. Partisipasi ini merupakan bagian dari strategi diplomasi kota (city diplomacy) untuk membangun jejaring global, menarik investasi, dan mengadopsi inovasi pembangunan dari negara-negara lain di kawasan Asia Pasifik.
“Kehadiran kami di forum ini menegaskan komitmen serius Pemkab Minut dalam mendorong tata kelola yang transparan dan pariwisata yang ramah lingkungan. Ini adalah langkah konkret untuk membawa Minut ke peta dunia,” ungkap perwakilan delegasi.
Forum UCLG ASPAC 2026 dinilai sangat krusial mengingat Asia Tenggara kini menjadi episentrum pertumbuhan pariwisata dunia. Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC, Bernadia Irawati Tjandradewi, menekankan peran vital pemerintah daerah dalam memastikan bahwa boom pariwisata tidak hanya mendatangkan devisa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pemerintah daerah adalah ujung tombak. Merekalah yang memastikan bahwa pembangunan pariwisata berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan peningkatan kualitas hidup warga,” tegas Bernadia.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, yang hadir membuka forum, menyebutkan bahwa solidaritas antar-daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga transformasi digital.
“Melalui forum seperti ini, kita mempererat solidaritas dan saling belajar. Tantangan global tidak bisa dihadapi sendiri, melainkan melalui kolaborasi kuat antar-pemerintah daerah,” ujar Wamenri.
Dengan partisipasi aktif ini, Kabupaten Minahasa Utara diharapkan dapat mengimplementasikan standar internasional dalam perencanaan pembangunan daerah, sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata unggulan yang berkelanjutan di Sulawesi Utara maupun di mata dunia.
Jose













