MINUT KOMENTAR-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memulai tahun 2026 dengan langkah strategis. Dalam tiga bulan pertama, daerah ini berhasil merealisasikan investasi senilai Rp779,18 miliar. Capaian signifikan ini menempatkan Minut pada jalur cepat untuk mencapai target investasi tahunan sebesar Rp1,95 triliun.
Data tersebut diungkap saat Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si bersama jajaran pejabat eselon II melakukan tinjauan kerja ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Kepala DPMPTSP, Richard J.H. Dondokambey, melaporkan bahwa realisasi ini berasal dari 530 proyek yang telah berjalan, yang terdiri dari 437 Proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 93 Proyek Penanaman Modal Asing (PMA).
Dampak ekonomi dari arus investasi ini terasa nyata bagi masyarakat. Hingga kini, sebanyak 773 tenaga kerja telah terserap, membuka peluang kerja tidak hanya bagi warga lokal, tetapi juga melibatkan tenaga ahli asing.
Secara sektoral, lima pilar utama menjadi motor penggerak ekonomi Minut yakni,
- Pertambangan (kontributor terbesar)
- Listrik, Gas, dan Air
- Hotel dan Restoran
- Industri Makanan
- Perumahan dan Kawasan Industri.
Richard J.H. Dondokambey menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi pimpinan daerah dalam menerapkan pelayanan digital yang profesional, transparan, dan bebas pungutan liar (pungli). Kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) dinilai efektif mempercepat proses perizinan dan meningkatkan kepercayaan investor.
Bupati Joune Ganda menyatakan bahwa capaian triwulan pertama ini adalah bukti konkret bahwa Minahasa Utara telah bertransformasi menjadi daerah dengan pertumbuhan cepat dan diperhitungkan secara nasional. Dengan iklim usaha yang stabil dan tata kelola pemerintahan yang bersih, Minut kian memantapkan diri sebagai magnet investasi baru di Sulawesi Utara.
Jose







