
MANADO KOMENTAR-Organisasi Radio Amatir Indonesia Lokal (ORLOK) Kota Manado kembali menunjukkan komitmen dan semangat pengabdian dalam Festival Seni Budaya Jawa Tondano (Fesbujaton) yang digelar di Lapangan Magamas Manado, Kamis (02/09/2025).
Dalam kegiatan yang meriah dan melibatkan banyak elemen masyarakat ini, ORARI hadir sebagai tulang punggung komunikasi lapangan, memastikan kelancaran koordinasi antar panitia dan peserta.
Yang membuat kehadiran mereka semakin istimewa adalah fakta bahwa seluruh personel ORLOK Manado hadir secara sukarela, tanpa menerima bayaran sepeser pun. Mereka datang bukan karena kewajiban, melainkan karena panggilan jiwa dan semangat solidaritas.
Ketua Bidang Operasi dan teknik Alboin Rogers YB8SHQ menjelaskan bahwa Anggota ORARI dikenal karena kesediaannya membantu tanpa mengharapkan imbalan. Ia menjelaskan bahwa ORARI tetap siaga dan berpegang pada prinsip-prinsip yang melekat dalam AD/ART diantaranya,
- Siaga dan Tanggap Darurat. Dalam situasi bencana, ORARI sering menjadi garda terdepan dalam menyediakan jalur komunikasi alternatif.
- Solidaritas dan Kebersamaan. Hubungan antar anggota dibangun atas dasar saling mendukung dan berbagi pengetahuan.
- Profesionalisme dalam Komunikasi. Meski bersifat amatir, standar operasional dan etika komunikasi dijaga dengan ketat.
ORARI juga aktif dalam membina generasi muda untuk mengenal dunia radio dan komunikasi. Oleh karena itu, ORARI selalu tampil terdepan dalam aksi kemanusiaan.
Ketua ORLOK Manado, Miki Tuera (YB8UF), menjelaskan, bahwa semangat ini adalah cerminan dari nilai-nilai ORARI itu sendiri.
“Sebagaimana tujuan ORARI, kami hadir untuk membantu tanpa pamrih. Ini bukan sekadar tugas, tapi panggilan kemanusiaan,” ujar Tuera dengan penuh keyakinan.
Pernyataan tersebut menggambarkan esensi dari ORARI sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di bidang komunikasi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan gotong royong.
menurutnya lagi, kehadiran ORARI Lokal Manado di Fesbujaton bukan hanya soal teknis komunikasi, tetapi juga tentang menghadirkan nilai-nilai luhur dalam praktik nyata. Mereka adalah bukti bahwa semangat gotong royong dan pengabdian masih hidup dan terus berkobar di tengah masyarakat.
“Kehadiran ORARI dalam berbagai kegiatan sosial dan kebencanaan bukanlah hal baru. Kami akan selalu siap membantu dengan sukarela dalam kegiatan apapun, terutama kegiatan sosial kemasyarakatan,”tutup Tuera.
Turut hadir, Sekretaris Orlok Mando Noldy Ndiba (YB8SN), Ketua Bidang Organisasi Joppy Senduk (YB8SOB), Bendahara Orlok Manado Sarah Noh (YB8SRC), Hanny Kondoj (YB8STP), Ketua DPP Orda Sulut Yulius Walandouw (YB8UWJ), Wakil Ketua Orlok Minahasa Utara Sonny Sumual (YB8SON), Ketua Komanda Leo Palandeng YB8RIJ, Ketua Manguni Club Station Ronny Wilar (YB8ROW), Chonti Andersom Wulur, (YB8RF), Deysi Sumanpouw (YC8RYP), Mahmud Suratinoyo (YB8RRC), Iskandar Bin-Pani (YC8SLM), Olga Rondonuwu (YC8SCA), Sonya Ratumbuisang (YB8RIY), Irwan Mamonto (YB8TIM), Lesky Walo (YC8RIO), Michael Tandaju (YB8SBT), Edy Lumoindong (YB8UWX), Egina Oley (YD8URO), Aso (YD8TEH) Yudi Utina (YC8RDO)
Joppy Senduk













