MANADO KOMENTAR-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Alat Kelengkapan DPRD, Laporan Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2025 dan sekaligus membuka Masa Persidangan Kedua Tahun 2026.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Dr Fransiscus Andi Silangen, S.pB KBD didampingi Wakil Ketua Royke A Anter, SE., ME dan Stela Runtuwene, AMd. Sek, digelar di ruang paripurna kantor DPRD Sulut, Selasa (06/01/2026).
Selian dihdiri oleh Anggota DPRD, Rapat paripurna juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Dr. J. Victor Mailangkay SH MH dan sejumlah pejabat eselon II Pemprov Sulut.
Dalam sambutannya, Vicktor Mailangkay menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Sulut. Dedikasi serta kerja keras dalam mengawal aspirasi rakyat disebut sebagai pilar utama keberhasilan pembangunan daerah.
“Kita semua sadari, aspirasi rakyat adalah kompas pembangunan kita,” ujar Wagub dalam sambutan yang dibacakan.
Wagub menyampaikan dukacita dan rasa empati mendalam. Ia mengungkapkan bahwa musibah di Sitaro telah menimbulkan korban jiwa, orang hilang, serta dampak ekonomi dan psikologis bagi masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya maksimal dan bersinergi dengan pemerintah kabupaten serta seluruh elemen terkait untuk penanganan darurat, pencarian korban, dan pemulihan pascabencana yang cepat dan tepat,” jelasnya, sambil mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan agar diberikan kekuatan dan ketabahan.
Disisi lain, Mailangkay menyampaikan apresiasi terhadap kinerja DPRD Sulut yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, guna mewujudkan
visi Sulawesi Utara yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”.
Dikatakan Mailangkay, setiap anggaran dan setiap butir regulasi yang kita lahirkan sepenuhnya berorientasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Wagub juga berkenan menyampaikan arah pembangunan Sulut tahun 2026 yang telah digariskan jelas, yaitu “Penguatan Sumber Daya Manusia, Agrobisnis, dan Pariwisata yang Didukung oleh Regulasi dan Inovasi”. Investasi pada kualitas SDM, optimalisasi potensi agrobisnis dan pariwisata, serta regulasi adaptif dengan semangat inovasi menjadi fokus utama yang diharapkan menjadi panduan dalam menyusun program kerja masa persidangan baru.
“Mari kita jadikan tahun lalu sebagai batu loncatan agar performa kita di tahun 2026 menjadi jauh lebih baik lagi,” tutupnya.
Jose







