Joune Ganda Tampil Sebagai Tokoh Sentral dalam Forum Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Tiongkok

Religi1122 Dilihat

JAKARTA KOMENTAR-Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok dan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika Bandung, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).

menggagas sebuah pertemuan penting bersama Delegasi Tingkat Tinggi Tiongkok yang dipimpin oleh Profesor C.C. Chan, Presiden International Academicians Science and Technology Innovation Centre (IASTIC).

Kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati dari Bandung, Trenggalek, Lampung Selatan, Sambas, Serang, dan Kepulauan Seribu itu, berlangsung di JW Marriott Hotel Jakarta dan menjadi momentum strategis untuk membuka jalur kerja sama internasional di bidang teknologi, inovasi, dan investasi daerah.

Bupati Minahasa Utara yang juga menjabat Sekjen APKASI, Joune James Esau Ganda. SE. MAP. MM. M.Si, tampil sebagai salah satu tokoh sentral dalam forum tersebut. Ia memaparkan potensi ekonomi dan investasi Minahasa Utara di hadapan delegasi Tiongkok dan jajaran pengurus APKASI, termasuk Ketua Bursah Zarnubi.

Dalam presentasinya, Joune Ganda menekankan pentingnya peran APKASI sebagai wadah kerja sama antardaerah yang kini memperluas jangkauan kemitraan global. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Tiongkok akan difokuskan pada,

  • Investasi lintas daerah di sektor energi terbarukan, perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pengelolaan sampah.
  • Pertukaran teknologi dan riset untuk pengembangan industri listrik ramah lingkungan dan digitalisasi ekonomi daerah.
  • Pembentukan kawasan inovasi regional berorientasi ekspor dan berkelanjutan.

“APKASI bukan hanya forum koordinasi, tetapi kini menjadi jembatan strategis antara pemerintah daerah dan investor global,” ujar Joune Ganda.

Minahasa Utara diposisikan sebagai daerah unggulan dengan daya saing tinggi berkat letaknya yang strategis di antara KEK Likupang, Pelabuhan Bitung, dan Bandara Sam Ratulangi. Beberapa keunggulan utama yang ditawarkan meliputi,

  • Pariwisata Super Prioritas KEK Likupang sebagai destinasi nasional dengan potensi resort, wisata bahari, dan budaya.
  • Energi Hijau PLTS Likupang berkapasitas 21 MWp sebagai pionir energi surya di Sulawesi Utara.
  • Perikanan Terpadu Potensi marikultur ekspor dan pengembangan cold chain berbasis energi hijau.
  • Agroindustri Kelapa Hilirisasi produk kelapa seperti VCO, karbon aktif, dan cocopeat.
  • Ekonomi Kreatif dan MICE Potensi sebagai destinasi konferensi internasional berbasis teknologi hijau.

“Kami ingin menjadikan Minahasa Utara sebagai pusat inovasi hijau dan kemitraan internasional. Sinergi antara teknologi Tiongkok dan sumber daya Indonesia akan menciptakan nilai tambah luar biasa,” jelas Joune.

Dalam arah kerja sama ke depan, Bupati Joune Ganda mengusulkan lima proyek unggulan kepada delegasi Tiongkok,

  1. Pembangunan eco-resort dan marina di KEK Likupang.
  2. Pusat inovasi kendaraan listrik dan energi surya untuk pariwisata net-zero.
  3. Kawasan budidaya laut dan cold chain hub ekspor.
  4. Industri hilir kelapa dan pangan tropis.
  5. Digitalisasi pariwisata dan promosi produk lokal ke pasar global.

Kolaborasi ini akan difasilitasi oleh APKASI sebagai platform nasional untuk memastikan inklusivitas, keberlanjutan, dan dampak nyata bagi daerah.

Jika kemitraan ini terealisasi, Minahasa Utara diproyeksikan akan menerima,

  • Investasi asing langsung (FDI) senilai lebih dari US$300 juta dalam lima tahun.
  • Peningkatan PDRB hingga 8% per tahun dan penciptaan 10.000 lapangan kerja baru.
  • Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal.
  • Daya saing ekspor produk lokal ke pasar Tiongkok dan ASEAN. Pertemuan ini menandai langkah awal transformasi ekonomi hijau dan digital di Indonesia Timur. Kepemimpinan Bupati Joune Ganda dinilai berhasil menempatkan Minahasa Utara sebagai model kemajuan daerah berbasis inovasi dan keberlanjutan.

“Inilah saatnya daerah tampil di panggung global. Melalui APKASI, kami ingin memastikan kerja sama internasional menghasilkan perubahan nyata di daerah,” pungkas suami dari Ny. Rizya Ganda Davega ini.
Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *