MINAHASA UTARA KOMENTAR-Ditengah berbagai tantangan pembangunan kesehatan anak di daerah, sebuah langkah sederhana namun bermakna dilakukan oleh Hukum Tua Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Ir. Sylvana Rotinsulu, M.Si.
Tanpa menunggu program besar atau anggaran pemerintah, ia memilih untuk bertindak langsung demi mencegah stunting di wilayahnya.
Dengan penuh kepedulian, Hukum Tua Sylvana mengunjungi anak-anak di Jaga 10, Jaga 12, dan Jaga 14, memberikan makanan tambahan berupa susu, vitamin dan telur.

Yang membuat langkah ini begitu istimewa, semua bantuan tersebut berasal dari dana pribadi. Sebanyak delapan anak menerima asupan bergizi sebagai bagian dari upaya preventif agar mereka tumbuh sehat dan optimal.
“Kami tidak menunggu anak-anak jatuh dalam kondisi stunting. Pencegahan harus dimulai sejak dini, dan jika itu berarti saya harus turun langsung dan menggunakan dana pribadi, maka itu adalah tanggung jawab yang saya emban sebagai pemimpin desa,” ujar Sylvana Rotinsulu dengan penuh ketulusan.
Data menunjukkan bahwa hingga saat ini, Desa Watutumou belum ditemukan kasus stunting. Namun, bagi Hukum Tua Sylvana, keberhasilan bukan alasan untuk berdiam diri. Ia percaya bahwa menjaga kesehatan anak-anak adalah investasi masa depan, dan tindakan nyata jauh lebih penting daripada sekadar laporan.
Langkah inspiratif ini menjadi contoh konkret bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga tentang keberanian untuk bertindak dan memberi. Ketulusan Hukum Tua Watutumou patut menjadi teladan bagi para pemimpin desa dan kelurahan lainnya di seluruh Minahasa Utara.
Ditengah keterbatasan, kebaikan yang dilakukan dengan hati akan selalu menemukan jalannya. Dan di Desa Watutumou, masa depan anak-anak sedang dibentuk oleh tangan yang peduli dan hati yang tulus.
Joppy Senduk







