MIANGAS KOMENTAR-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kerja bersejarah ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam kunjungannya, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara untuk meninjau langsung kondisi infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan di wilayah perbatasan terluar Indonesia tersebut.
Namun, perhatian publik tertuju pada ketidakhadiran Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, beserta unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) tingkat provinsi dalam mendampingi Presiden selama rangkaian kegiatan di Miangas. Padahal, kunjungan kepala negara ke daerah biasanya dihadiri oleh pimpinan daerah setempat sebagai tuan rumah.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala, menjelaskan bahwa ketidakhadiran Gubernur dan Forkopimda bukan tanpa sebab, melainkan berdasarkan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat melalui Sekretaris Kabinet (Seskab).
“Ada perintah langsung dari Istana, dalam hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet, agar Gubernur dan seluruh unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Utara untuk tetap standby dan siaga di Manado,” jelas Denny, Minggu (10/5/2026).
Instruksi tersebut diterima pada Jumat malam (8/5/2026), sehari sebelum kedatangan Presiden. Langkah ini diambil sebagai bagian dari protokol pengamanan berlapis (layered security) dalam kunjungan kepala negara, khususnya di kawasan strategis seperti wilayah perbatasan.
Pemerintah pusat menilai bahwa kehadiran Gubernur dan Forkopimda di ibukota provinsi sangat krusial untuk memastikan stabilitas keamanan dan kelancaran koordinasi lintas sektor selama Presiden berada di daerah terpencil.
Dengan hanya berada di Manado, Gubernur dan Forkopimda dapat bertindak sebagai pusat komando sekunder jika terjadi situasi darurat atau kebutuhan koordinasi mendesak yang melibatkan wilayah lain di Sulawesi Utara.
Membatasi jumlah pejabat tinggi yang bergerak ke Miangas juga bertujuan untuk menyederhanakan rantai pengamanan dan logistik, sehingga fokus aparat keamanan dapat sepenuhnya tertuju pada perlindungan Presiden di lokasi kunjungan.
Pemprov Sulut menegaskan bahwa keputusan untuk tidak hadir di Miangas adalah bentuk kepatuhan tertinggi terhadap instruksi negara demi kepentingan keamanan nasional yang lebih luas.
Meski tanpa kehadiran Gubernur Sulut, kunjungan Presiden Prabowo berjalan lancar dan penuh makna. Beberapa agenda utama yang dilakukan Presiden di Miangas antara lain,
- Meninjau Puskesmas Miangas dan memerintahkan peningkatan fasilitas kesehatan bagi masyarakat pulau terluar.
- Mengecek kualitas akses telekomunikasi dan internet, mengingat pentingnya konektivitas di wilayah perbatasan dengan Filipina.
- Berdialog langsung dengan warga dan aparat TNI yang menjaga kedaulatan NKRI di titik terdepan.
Presiden Prabowo menekankan bahwa kehadiran negara harus dirasakan hingga ke titik-titik terluar Indonesia. “Miangas adalah beranda depan kita. Kita pastikan tidak ada ketertinggalan di sini,” ujar Prabowo saat memberikan arahan kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat setempat.
Kunjungan ini menjadi yang kedua kalinya seorang Presiden RI mengunjungi Miangas setelah Joko Widodo pada masa kepemimpinannya, sekaligus menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan dan kesejahteraan wilayah perbatasan.
Jose







