Pelantikan Pnt. Dr. Reinhard Tololiu. SH. MH, sebagai Aspidum Kejati Sulut
MANADO KOMENTAR-Sebuah momen membanggakan bagi masyarakat Sulawesi Utara terjadi di Aula Sam Ratulangi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut, Kamis (23/4/2026).
Dalam upacara pelantikan dan serah terima jabatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, SH. MH, nama Dr. Reinhard Tololiu, SH. MH, mencuri perhatian sebagai salah satu figur kunci yang dipercaya mengemban amanat strategis.
Reinhard Tololiu, seorang putra daerah yang dikenal berintegritas, resmi dilantik sebagai Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sulawesi Utara.
Pelantikan ini menandai kepercayaan tinggi institusi terhadap kapasitas profesionalnya dalam memimpin garis depan penegakan hukum pidana di wilayah utara Sulawesi.
Sosok Reinhard Tololiu bukan sekadar aparat penegak hukum yang tegas. Dibalik jas cokelatnya, ia dikenal luas sebagai Penatua yang aktif melayani di gereja. Dualisme peran ini menjadikan dirinya simbol nyata dari integrasi antara kompetensi profesional dan kedewasaan spiritual.
Sebagai Aspidum, Reinhard akan bertanggung jawab atas penanganan kasus-kasus pidana umum, menuntut keadilan bagi korban, dan memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Namun, nilai-nilai yang ia tanamkan dalam pelayanan gerejanya, seperti kasih, pengampunan, kejujuran, dan kerendahan hati dipercaya akan menjadi landasan moral dalam setiap langkah hukum yang ia ambil.
“Penempatan Reinhard Tololiu sebagai Aspidum adalah bukti bahwa putra daerah memiliki kapasitas mumpuni untuk memimpin sektor vital.
Lebih dari itu, latar belakangnya sebagai pelayan gereja (Penatua) memberikan jaminan bahwa ia akan membawa pendekatan humanis dan bermoral dalam menegakkan hukum,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.
Kombinasi antara ketajaman analisis hukum dan kedalaman spiritualitas diharapkan mampu menciptakan terobosan baru dalam penanganan perkara di Sulawesi Utara, di mana keadilan tidak hanya ditegakkan secara prosedural, tetapi juga dengan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Selain Reinhard Tololiu, upacara ini juga melantik Feri Tas. SH. MH., M.Si. sebagai Wakajati Sulut, serta sejumlah pejabat eselon III lainnya seperti Dr. Titin Herawati Utara (Aswas), Adi Imanuel Palebangan (Kajari Tomohon), Tasjrifin Muljana Abdul (Kajari Kotamobagu), dan Erwin Widihantono (Kajari Bitung).
Namun, sorotan khusus tetap tertuju pada Reinhard Tololiu. Bagi banyak orang, kenaikan jabatan ini bukan hanya pencapaian karier individu, melainkan kebanggaan kolektif bahwa putra daerah yang takut akan Tuhan kini memegang peranan penting dalam menjaga keadilan di Bumi Nyiur Melambai.
Dengan dilantiknya Penatua Reinhard Tololiu, masyarakat Sulawesi Utara berharap tercipta sinergi positif antara lembaga kejaksaan dan nilai-nilai moral agama, mewujudkan penegakan hukum yang adil, bermartabat, dan memberkati
JoSe







