MINUT KOMENTAR-Pemkab Minahasa Utara menggelar sosialisasi pengembangan kompetensi bagi ASN di Atrium Kantor Bupati, Senin (02/11/2026). Salahsatu agenda penting dalam kegiatan tersebut adalah, peluncuran delapan inovasi daerah oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M.Si.
Delapan inovasi yang diluncurkan tersebut masing-masing SIPERINTIS MINUT, SIKLABAT, Dewi Minut Memikat, SIGAP BANGUN MINUT, AKSI KLABAT, Dua Hasil Satu Lahan, SIFORSA MINUT, dan KILAT DESA.
Melalui peluncuran delapan inovasi tersebut, diharapkan tercipta birokrasi yang semakin adaptif, profesional, inovatif dan berorientasi pada hasil.
Setiap inovasi tidak hanya menjadi gagasan di atas kertas, tetapi diwujudkan melalui program kerja berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk memperkuat tata kelola pemerintahan serta membuka peluang kemajuan ekonomi dan investasi daerah.
-SIPERINTIS MINUT, adalah sebuah strategi inovatif dalam penyelesaian wilayah rentan pangan melalui pendekatan pentahelix. Program ini mengedepankan kolaborasi pemerintah daerah, perusahaan, komunitas, masyarakat dan media dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Minahasa Utara.
-SIKLABAT adalah Sistem Kompetensi Pelatihan dan Pengembangan Pembelajaran ASN Terintegrasi, merupakan platform digital berbasis daring yang disiapkan untuk mendukung terwujudnya ASN Minut yang profesional, kompeten, adaptif, serta mampu mengikuti perkembangan teknologi.
-Dewi Minut Memikat, Program ini mendorong penguatan kelembagaan desa wisata, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemanfaatan teknologi, yang diarahkan untuk mengakselerasi pengembangan desa wisata yang mandiri dan terintegrasi.
-SIGAP BANGUN MINUT, dirancang untuk mentransformasi tata kelola pelayanan persetujuan bangunan gedung guna mengoptimalkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Minahasa Utara.
-AKSI KLABAT, fokus pada percepatan transformasi keterbukaan layanan dan akses informasi berbasis teknologi. Inovasi ini mengembangkan satu portal data dan informasi pelayanan publik bagi masyarakat Minut, sehingga informasi pemerintahan dapat disajikan secara transparan, terkini dan mudah diakses.
-Dua Hasil Satu Lahan, merupakan strategi pengembangan pertanian melalui integrasi tanaman kelapa dengan jagung secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini mendorong perubahan pola pertanian monokultur menjadi sistem yang lebih produktif dan terintegrasi.
-SIFORSA MINUT, merupakan strategi transformasi pengolahan sampah melalui metode pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir di Kabupaten Minahasa Utara.
-KILAT DESA, dirancang untuk mengakselerasi kinerja, melakukan evaluasi dan pengawasan secara terukur, mendorong birokrasi yang lebih efektif serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik gratifikasi.
Kegiatan ini turut dihadiri para Asisten I, II dan III, Staf Ahli Bupati, kepala perangkat daerah (OPD), kepala bagian, para camat serta Direktur RSUD Maria Walanda Maramis.
Dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Minut, Herman Hendrik Mengko, menjelaskan bahwa peluncuran inovasi tersebut merupakan bagian dari hasil pengembangan kompetensi dan proyek perubahan peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII.
Ia menyampaikan, para peserta diharapkan mampu menghasilkan terobosan yang tidak hanya menjadi persyaratan dalam mengikuti pendidikan kepemimpinan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat.
Bupati Joune Ganda mengatakan, seluruh inovasi yang diluncurkan harus memiliki keberlanjutan dan tidak boleh berhenti sebatas pemenuhan persyaratan mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
Inovasi harus menjadi warisan positif atau legacy bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, sekaligus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat daya saing daerah.
Bupati Minut dua periode ini mengingatkan, agar seluruh jajaran pemerintah daerah, termasuk para asisten dan kepala perangkat daerah, melakukan evaluasi terhadap inovasi yang telah dihasilkan peserta PKN sebelumnya.
Joice






