GMIM Pererat Hubungan Kerjasama Dengan Uniting Church Australia

TOMOHON KOMENTAR-Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan semakin mempererat hubungan kerja sama dengan gereja mitra Uniting Church in Australia (UCA) di sejumlah wilayah pelayanan UCA.

Hal itu disampaikan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM. Pendeta Dr. Adolf Katuuk Wenas, M.Th. dalam pertemuan dengan Pendeta Uniting Church in Australia di Neutral Bay, Sydney, New South Wales, Australia, Pendeta Alexander Pittawav dan Ketua Majelis Gereja Kristen Indonesia (GKI) Uniting Church in Australia di Neutral Bav. Svdnev, New South Wales, Maudie Rindorindo-Gusti, Kamis (15/10) di Kantor Sinode GMIM Tomohon.

Turut mendampingi sejumlah Wakil Ketua, Sekretaris, dan Wakil Bendahara BPMS GMIM, Pengurus Yayasan Bridge of Hope Ir. Miki Juanita Wenur, MAP., Ria Siagian dan Pendeta Feybe Lumanauw.

“Hubungan kerja sama dengan UCA akan terus dipererat mengingat UCA dan GMIM adalah sister church vang sudah terjalin lama melalui sejumlah program bersama,””kata Wenas. Dikatakan, dalam waktu dekat BPMS akan mengaktifkan kembali komunitas GMIM di Melboume, Australia yang berkerinduan untuk membentuk GMIM di sana. GMIM sementara mempersiapkan pendeta dan vikaris vang akan ditugaskan di Merlbourne, Australia.

“Kita doakan kiranya semuanya berjalan lancar dan pelayanannya dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Berkaitan dengan kerja sama dengan UCA Neutral Bav, lanjutnva, akan ditindaklanjuti dengan kegiatan diskusi dan sharing pelavanan secara daring (online), seminar, dan perkunjungan pelayanan baik di GMIM maupun di UCA.

Sementara itu, Pendeta Alexander Pittawav menyampaikan penghargaan vang setinggitingginya kepada Ketua BPMS GMIM vang bersedia melakukan percakapan dan membicarakan rencana kerjasama pelayanan ke depan.

“Hubungan kerja sama oikumene dengan GMIM ini adalah pertanda keterbukaan gereja untuk saling menopang dalam pelavanan serta kegiatankegiatan kemanusiaan lainnya,”kata Pittaway. Dikatakan, jemaat Indonesia vang dilavaninya di Australia adalah komunitas vang beragam dan pada umumnya mereka berasal dari gereja GMIM.

Oleh karena itu, hubungan kerjasama sebagai sister church ini akan terus dipererat sehingga anggota jemaat yang ada di Australia dapat dilavani secara maksimal.

Hal senada disampaikan Maudie Rindorindo-Gusti vang dipercayakan sebagai Ketua Sidang Majelis GKI UCA Neutral Bay. Dikatakan, dalam pelayanan bersama di GKI, jemaat vang dipimpinnya kerap mengangkat budava dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Minahasa. Hal itu dimaksudkan untuk terus menjaga hubungan emosional anggota jemaat yang ada di Australia dengan tanah leluhurnya.

“Dalam beberapa peravaan gerejawi kita menyiapkan tata ibadah yang bernuasana kedaerahan di Indonesia. Suasana yang tercipta dalam ibadah seperti itu sangat berkesan dan memiliki nilai-mlai persaudaraan yang kuat. Torang samua basudara,”tambah Rindorindo.

Fey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *