Nama Felly Runtuwene Muncul di BAP Tersangka Sony Sonjaya dalam Skandal Korupsi MBG, Felly: Anggap Saja Iklan Gratis

Felly Runtuwene

MANADO KOMENTAR-Gelombang kecurigaan publik terhadap integritas penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian membesar setelah dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, bocor ke permukaan.

Yang paling mengejutkan, nama Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, tercantum jelas dalam daftar pihak yang diperiksa atau disebut dalam keterangan saksi terkait dugaan penyelewengan anggaran program strategis nasional tersebut.

Viralnya isu ini bermula dari unggahan akun Facebook “Suara Hati Sang Istri” yang diikuti oleh 1,4 juta netizen. Akun tersebut membongkar kejanggalan tata kelola MBG yang diduga melibatkan oknum pejabat tinggi negara. Dalam unggahan itu, tersirat adanya rugaan kolusi antara eksekutif (BGN) dan legislatif yang seharusnya berfungsi sebagai pengawas.

Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen yang beredar, nama Felly Runtuwene tidak hanya disebut secara samar, tetapi tercatat dalam konteks pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Sony Sonjaya. Sebagai Ketua Komisi IX DPR RI yang membidangi kesehatan dan kependudukan, posisi Felly seharusnya menjadi garda terdepan dalam mengawal pelaksanaan program MBG agar bebas dari korupsi. Namun, kemunculan namanya dalam BAP tersangka justru memicu pertanyaan besar, apakah ada konflik kepentingan atau bahkan fasilitasi terhadap praktik koruptif?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian spesifik mengenai bentuk keterlibatan Felly, apakah sebagai penerima manfaat, fasilitator, atau pihak yang lalai dalam fungsi pengawasan.

Namun, fakta bahwa namanya masuk dalam radar penyidikan Kejaksaan Agung bersama Sony Sonjaya telah mengguncang kepercayaan publik terhadap lembaga wakil rakyat.

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, tersangka Sony Sonjaya menyatakan sikap kooperatif dan siap membuka seluruh kartu yang ia miliki. Sony mengaku memiliki bukti-bukti kuat yang dapat mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas, termasuk peran para politisi yang terlibat.

“Kami siap memberikan keterangan selengkap-lengkapnya kepada Kejaksaan Agung. Tidak ada lagi yang akan ditutupi. Jika ada nama-nama pejabat, baik dari eksekutif maupun legislatif, yang terlibat, semuanya akan kami ungkap demi keadilan,” tegas Krisna Murti mewakili kliennya. Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa kasus MBG bukan sekadar kesalahan administratif, melainkan kejahatan terstruktur yang melibatkan banyak pihak.

Di tengah gempuran pertanyaan media dan sorotan tajam netizen, Felly Runtuwene hingga kini belum dapat dihubungi untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab.

Publik menuntut transparansi penuh. Jika Felly merasa tidak bersalah, ia diharapkan segera muncul menjelaskan posisinya dalam BAP tersebut. Sebaliknya, jika terbukti ada unsur pelanggaran kode etik atau pidana, masyarakat menuntut proses hukum yang adil tanpa pandang bulu.

Kejaksaan Agung sendiri menegaskan bahwa kasus ini masih berada pada tahap penyelidikan mendalam. Penyidik sedang memverifikasi setiap keterangan saksi dan dokumen bukti untuk memastikan siapa saja yang benar-benar memiliki andil dalam kerugian negara akibat skandal MBG ini.

Skandal ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas DPR RI, khususnya Komisi IX. Publik kini menanti, akankah Felly Runtuwene mampu membuktikan integritasnya, atau justru terjebak dalam jerat hukum yang sama dengan rekan-rekannya di eksekutif?.

Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, secara tegas membantah segala dugaan keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan langsung kepada wartawan, Senin (22/06/2026), usai menghadiri kegiatan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di kompleks Marina Plaza, Manado.

Bantahan ini muncul menyusul viralnya dokumen Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut nama Felly. Menanggapi hal tersebut, politisi asal Sulawesi Utara ini menilai adanya unsur kesengajaan dari pihak-pihak tertentu untuk mencoreng reputasinya.

Dalam keterangannya, Felly mengungkapkan bahwa ia telah melakukan verifikasi internal dengan menghubungi pihak kuasa hukum tersangka, Sony Sonjaya. Hasil komunikasinya, menurut Felly, memperkuat dugaannya bahwa namanya sengaja dimunculkan tanpa dasar bukti yang kuat.

“Saya sudah konfirmasi ke pengacara Sony Sonjaya. Ternyata, ada pihak-pihak yang sengaja menyeret nama saya ke dalam kasus ini. Sebagai Ketua Komisi IX yang membidangi kesehatan dan program MBG, sangat mudah bagi oknum tertentu untuk mengait-ngaitkan saya dengan isu korupsi hanya karena posisi strategis saya. Tapi setelah dikonfirmsi ternyata nama saya sudah tidak ada,” jelas Felly dengan nada tegas.

Ia menekankan bahwa posisinya sebagai ketua komisi pengawas justru membuatnya menjadi target empuk bagi mereka yang ingin mengalihkan perhatian publik atau merusak kredibilitas legislator.

Menariknya, di tengah gempuran isu yang bisa saja merusak karier politiknya, Felly menunjukkan sikap yang relatif santai dan bahkan optimis. Ia memilih untuk tidak larut dalam drama hukum tersebut, melainkan fokus pada dukungan terhadap program prioritas nasional.

“Saya berharap ke depannya program MBG akan berjalan lebih baik, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Saya tidak mau terdistraksi oleh isu-isu miring yang tidak berdasar. Toh, saya anggap saja semua sorotan negatif ini sebagai ‘iklan gratis’ bagi saya. Semakin banyak orang bicara, semakin dikenal,” tutup Felly singkat sebelum meninggalkan lokasi dan menghindari pertanyaan lebih lanjut dari awak media.

Meski Felly telah memberikan bantahan dan klaim konfirmasinya kepada pengacara tersangka, publik dan aktivis anti-korupsi masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari penyidik Kejaksaan Agung. Apakah nama Felly benar-benar hanya “diseret” tanpa dasar, ataukah ada temuan awal yang membuat penyidik perlu mendalami perannya.

Sikap Felly yang menganggap isu ini sebagai “iklan gratis” mungkin efektif secara personal branding, namun tantangan terbesar baginya adalah membuktikan transparansi dan integritas melalui tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan di depan media. Kasus ini masih terus bergulir, dan mata publik tetap tertuju pada bagaimana DPR, khususnya Komisi IX, akan membersihkan diri dari tumpukan debu skandal MBG.

Jo-Se

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga