Jusman Entjaurau Pimpin Apel Kerja ASN Dilingkup Sekretatiat DPRD Sulut

MANADO KOMENTAR-Semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik kembali digaungkan di lingkungan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam Apel Kerja rutin yang berlangsung khidmat di halaman kantor DPRD, Senin (22/06/2026), Plt. Sekretaris DPRD, Weliam Niklas Silangen, S.Sos., M.Si., memberikan arahan tegas terkait disiplin kerja dan etika komunikasi bagi seluruh Aparat Sipil Negara (ASN).

Apel yang dipimpin oleh Analis Kebijakan Ahli Muda, Justman Entjaurau ini, turut dihadiri oleh jajaran pimpinan struktural, termasuk Kepala Bagian Persidangan, Kepala Subbagian Administrasi Kesekretariatan, para Pengawas, Tenaga Fungsional, petugas Satpol PP, serta seluruh ASN di lingkup Sekretariat.

Kehadiran massal ini menunjukkan komitmen kolektif untuk membangun tata kelola institusi yang lebih profesional dan akuntabel.

Dalam amanatnya sebagai Pembina Upacara, Weliam Niklas Silangen menekankan bahwa disiplin kerja adalah fondasi utama dari integritas seorang ASN. Ia menolak pandangan sempit bahwa disiplin hanya berarti datang tepat waktu dan pulang sesuai jadwal.

“Disiplin bagi kami di Sekretariat DPRD adalah tentang ketepatan hasil, kejujuran dalam proses, dan kecepatan dalam merespons kebutuhan anggota dewan serta masyarakat. Kita tidak bisa menjadi lembaga legislatif yang kuat jika didukung oleh aparatur yang lembek dalam disiplin,” tegas Niklas Silangen.

Ia mengingatkan bahwa setiap keterlambatan dalam penyusunan naskah akademik, notulensi rapat, atau pengelolaan anggaran dapat menghambat fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang dijalankan oleh para wakil rakyat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN untuk bekerja dengan standar zero defect (nol kesalahan) dan berorientasi pada solusi.

Poin menarik lainnya dari arahan Plt. Sekwan adalah penekanannya terhadap kebiasaan penyampaian informasi dalam apel maupun komunikasi harian. Niklas menilai bahwa cara ASN menyampaikan laporan atau gagasan mencerminkan tingkat profesionalisme mereka.

“Mulai hari ini, kita ubah pola komunikasi kita. Jangan bertele-tele. Sampaikan poin-poin penting secara padat, jelas, dan berbasis data. Dalam apel pagi atau rapat koordinasi, hindari basa-basi yang tidak perlu. Fokus pada apa yang sudah dicapai, apa kendalanya, dan apa solusinya,” ujar Niklas.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan penyampaian yang efektif akan menghemat waktu, mengurangi kesalahpahaman, dan meningkatkan produktivitas kerja tim. Hal ini sejalan dengan upaya modernisasi birokrasi di mana efisiensi waktu adalah aset berharga. “Komunikasi yang buruk adalah awal dari kegagalan pelayanan. Mari kita biasakan diri untuk berbicara dengan substansi,” tambahnya.

Kehadiran berbagai elemen, mulai dari bagian persidangan hingga Satpol PP, dalam satu barisan apel juga menjadi simbol sinergi. Niklas menegaskan bahwa tidak ada pekerjaan yang berdiri sendiri di Sekretariat DPRD. Koordinasi antara bagian administrasi, teknis persidangan, dan keamanan lingkungan harus berjalan mulus untuk menciptakan suasana kondusif bagi jalannya demokrasi lokal.

Justman Entjaurau, selaku pemimpin apel, juga memimpin barisan dengan penuh kewibawaan, menunjukkan bahwa kepemimpinan menengah memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban dan semangat juang para staf lapangan.

Melalui apel ini, Sekretariat DPRD Sulut kembali menegaskan komitmennya untuk mendukung visi Gubernur Sulawesi Utara dalam menciptakan birokrasi yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan disiplin yang ketat dan komunikasi yang efektif, ASN DPRD Sulut siap menjadi mitra kerja yang handal bagi para legislator dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Utara.

“Mari kita buktikan melalui kinerja nyata. Biarlah disiplin dan cara bicara kita yang profesional menjadi identitas baru ASN DPRD Sulut yang dihormati,” tutup Jusman diakhir apel bersama.

Joppy Senduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *