Robby Parengkuan Tegaskan Komitmen Bupati Joune, Lindungi Pekerja Rentan Hingga ke Akar Rumput

MINUT KOMENTAR-Perlindungan sosial bukan lagi sekadar wacana, melainkan hak dasar yang harus dirasakan hingga ke tingkat desa.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara terus menggencarkan program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) 2026 melalui kolaborasi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Puncak dari upaya ini ditandai dengan penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris pekerja rentan, serta sosialisasi masif kepada aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (18-19 Mei 2026) di Aula Pemkab Minut ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi momen refleksi bagi pemerintah daerah untuk memastikan bahwa jaring pengaman sosial benar-benar menyentuh mereka yang paling membutuhkan.

Menutup rangkaian acara pada hari kedua, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Minut, Robby Parengkuan, yang mewakili Bupati Dr. Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si, menyampaikan pesan kunci yang menyentuh hati para peserta.

Ia menegaskan bahwa inisiasi perlindungan sosial oleh Bupati Joune Ganda memiliki tujuan mulia agar para perangkat desa dan anggota BPD dapat menjalankan tugas mulia melayani masyarakat dengan pikiran yang tenang dan bebas dari kecemasan akan risiko masa depan.

“Bapak Bupati Joune Ganda ingin memastikan bahwa para pelayan masyarakat di garis depan baik itu perangkat desa maupun BPD, tidak perlu lagi dibayangi oleh ketidakpastian ekonomi jika terjadi musibah.

Penyerahan santunan JKM ini adalah bukti konkret kepedulian Bupati terhadap ketahanan ekonomi keluarga pekerja rentan. Dengan adanya perlindungan ini, Bapak/Ibu bisa lebih fokus membangun desa tanpa beban rasa cemas,” ujar Robby Parengkuan dalam sambutannya disela-sela penutupan kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut mendapat sambutan hangat dari para anggota BPD dan perangkat desa yang hadir. Bagi mereka, kehadiran negara dalam bentuk jaminan sosial ini memberikan rasa aman psikologis yang selama ini sering kali luput dari perhatian.

Sebagai bukti nyata manfaat program, lima ahli waris dari pekerja rentan yang iurannya sepenuhnya dibiayai oleh Pemkab Minut menerima santunan JKM masing-masing senilai Rp42 juta. Para penerima santunan merupakan ahli waris dari almarhum Frederik Labesi, Richard Legoh, Elfianus Paulus Thomas, James Meis Lontoh, dan Wolter Fredrik Tuwaidan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Minut-Bitung, Ramli, menjelaskan bahwa santunan tersebut merupakan bagian dari lima program utama BPJAMSOSTEK, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

“Ini adalah instrumen pencegahan kemiskinan ekstrem. Ketika kepala keluarga meninggal, santunan ini membantu keluarganya tetap bertahan secara ekonomi. Kami juga sedang memproses klaim untuk peserta lainnya,” terang Ramli.

Sinergi antara Pemkab Minut dan BPJS Ketenagakerjaan telah membuahkan hasil yang menggembirakan. Dari target kepesertaan sebanyak 65.449 pekerja di tahun 2026, realisasi saat ini telah mencapai 71,72% atau setara dengan 46.939 pekerja yang telah terlindungi. Angka ini melampaui ekspektasi awal dan memicu optimisme untuk mencapai target Universal Coverage 100% pada akhir tahun.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Minut, Ir. Novly Wowiling, M.Si., yang membuka acara pada hari pertama, sebelumnya telah menekankan urgensi perlindungan ini bagi seluruh aparatur desa, BPD, hingga anggota Linmas. “Negara hadir untuk melindungi. Saya berharap seluruh peserta mengerti bahwa ini adalah hak dan bentuk kasih sayang negara kepada pekerja rentan,” kata Wowiling.

Di sela-sela acara, dilakukan pula penyerahan simbolis kartu kepesertaan kepada anggota BPD yang baru terdaftar, menandai dimulainya perlindungan resmi bagi mereka. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Bidang Pemerintahan Umbase Mayuntu, para Camat, dan Hukum Tua se-Kabupaten Minahasa Utara.

Dengan langkah tegas ini, Pemkab Minahasa Utara di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda kembali membuktikan bahwa pembangunan manusia tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga tentang menjamin rasa aman dan kesejahteraan setiap warganya.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *