Sintya Bojoh-Ketua PWI Sulut Terpilih
TOMOHON KOMENTAR-Hari ini, Senin (13/04/2016), polemik pasca Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara Tahun 2026 memasuki babak baru.
Ketua dan Sekretaris Steering Committee (SC) Konferensi, Jemmy Senduk dan Donal Kuhon, kini menjadi sorotan setelah diadukan ke Polres Tomohon oleh Ketua PWI Sulut terpilih periode 2026–2031, Sintya Bojoh, atas dugaan pencemaran nama baik.
Laporan ini diyakini dapat memengaruhi legitimasi Sintya sebagai pemenang konferensi, sebab para terlapor mengaku telah menyiapkan bukti-bukti kuat untuk mengklarifikasi tuduhan tersebut.
Surat undangan klarifikasi resmi telah diterbitkan Satreskrim Polres Tomohon dengan nomor B/388/IV/Res 1.24/2026/Satreskrim dan B/389/IV/Res 1.24/2026/Satreskrim tertanggal 10 April 2026, ditandatangani Kasat Reskrim Iptu Royke R.Y. Mantiri, SH, MH.
Donal Kuhon, saat dikonfirmasi Minggu (12/4/2026) malam, menegaskan kesiapannya menghadiri panggilan klarifikasi tersebut. “Benar, saya dan rekan saya diadukan ke Polisi oleh Ketua PWI Sulut terpilih Sintya Bojoh. Kami sudah menerima undangan klarifikasi dari Polres Tomohon. Saya pribadi siap hadir Senin (13/4/2026) besok,” ujarnya.
Menurut Kuhon, laporan itu sudah ia ketahui sejak sebelum konferensi berlangsung. Ia menekankan bahwa tugas SC hanyalah menjalankan aturan organisasi dengan melakukan klarifikasi terhadap seluruh bakal calon, termasuk menindaklanjuti informasi dugaan pelanggaran yang masuk. Kuhon menambahkan, bukti-bukti yang dimiliki pihaknya cukup kuat untuk memperjelas duduk perkara, sehingga laporan tersebut justru berpotensi mengganggu status Sintya sebagai Ketua PWI Sulut terpilih.
Sebagai wartawan senior, Kuhon menutup pernyataannya dengan nada tegas: “Kami tidak gentar menghadapi laporan ini. Biarlah proses hukum berjalan, agar publik melihat kebenaran yang sesungguhnya. Kami punya data dan siap lapor balik,”tutupnya.
Jose













