MINUT KOMENTAR-Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Kepala Dinas Pangan Minahasa Utara, Ryke A.A. Lucas, ST, menyampaikan bahwa Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) menjadi instrumen vital untuk mengantisipasi bencana maupun gejolak harga pangan.
“CPPD di Kabupaten Minut difungsikan sebagai instrumen penting untuk merespons bencana alam maupun sosial secara cepat dan fleksibel. Saat ini, CPPD Minahasa Utara memiliki stok 19,80 ton beras,” ujarnya, Rabu (11/03/2026).
Instruksi penguatan cadangan pangan ini berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan telah dituangkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Utara. Ryke menjelaskan, CPPD akan digunakan untuk membantu rumah tangga rawan pangan yang terdampak keadaan darurat, baik bencana alam, non-alam, bencana sosial, maupun lonjakan harga.
“Sasarannya by name, jadi hanya untuk masyarakat yang benar-benar terdampak,” tegasnya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, gejolak harga pangan kerap terjadi. Karena itu, CPPD berpotensi menjadi solusi dalam menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi masyarakat dari dampak kenaikan.
Dengan langkah penguatan ini, Pemkab Minahasa Utara berharap ketahanan pangan di daerah dapat lebih terjamin. “Kami akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai bagi masyarakat Minahasa Utara,” tutup Ryke.
Jose







