Gedung Bapelkes Butuh Perbaikkan, Stella Runtuwene Minta Perhatian Serius Pemerintah Sulut

PARLEMENTARIA631 Dilihat

Manado,KOMENTAR.CO.ID- Gedung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Sulawesi Utara sangat memprihatinkan sehingga membutuhkan pembenahan.

Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPRD Sulu Dari Partai NasDem Stella Marlina Runtuwene dalam Rapat Banggar DPRD Sulut bersama TAPD, di ruang rapat Paripurna, Selasa (26/8/2025).

Menurut Runtuwene, Kondisi bangunan sejak jaman Jepang tidak pernah mendapatkan renovasi sehingga sangat memprihatinkan.

“Bangunan tidak ada tersentuh dengan perbaikkan. Jadi dari segi toiletnya sendiri sangat memrihatinkan, ruangan-ruangan untuk pelatihan sangat memprihatinkan,”terang Runtuwene.

Lanjutnya, mereka berharap agar ada perhatian dari pemerintah Sulut.

“Memang disana ada anggaran sebesar Rp.700 juta untuk anggara Tenaga Harian Lepas (THL). Kan THL sudah tidak ada. Kalau menurut saya Rp.700 juta itu di geser ke renovasi saja, kan ini masih di balai kesehatan, jadi Rp.700 juta ini tidak terpakai, dan ini sudah dianggarkan, dan ini menurut saya dialokasikan untuk perbaikkan saja. Dari Pemerintah pusat sendiri sudah mengatakan bahwa untuk Toilet harus bagus, tapi toilet yang berada disitu sudah tidak layak. Bahkan untuk ruang pelatihan sudah bocor-bocor dan tidak layak sama sekali. Dan saya berharap ini menjadi perhatian,”jelasnya.

Selain itu, untu Rumah sakit mata perlu perbaikkan atau penambahan untuk alat-alat kesehatan.

“ Ada dr yang mengatakan bahwa di dalam ruangan operasi ada alat yang rusak, jadi kalau alat itu tidak berfungsi mereka terkendala dengan tidak bisa dilakukan operasi, mereka butuh anggran Rp.500 Juta. Kalau bisa ada pergeseran. Mohon perhatiannya,”pungkas Stella.

Sementara Sekretaris Provinsi Selaku Ketua TAPD   Tahlis Gallang mengatakan untuk alokasi anggaran rehabilitas Bapelkes sudah di alokasihkan.

“Disini sudah ada anggaran Rp. 200 Juta. Dan untuk anggaran Rp.700 juta, memang THL sudah tidak ada lagi kerena mereka terangkat menjadi PPPK maka otomatis anggaran itu dialokasikan untuk gaji PPPK.karena di sistem SG itu sudah tersedia dan kita bayar dulu rembes, baru dilaporkan proses pembayaran. Kemudian yang Rumah sakit Mata  di APBD Perubahan kami distribusi anggaran sebesar RP.500 Juta, dan untuk secara teknis anggaran ini hanya RS yang tahu,”pungkas Gallang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *