Pjs Wali Kota Tomohon Buka Kegiatan Sosialisasi Stop Boros Pangan

Berita Utama, Tomohon591 Dilihat

TOMOHON KOMENTAR – Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Tomohon, Ir. Fereydy Kaligis, MAP, menghadiri sekaligus membuka Kegiatan Sosialisasi Stop Boros Pangan yang diselenggarakan di Grand Master Resort, Tomohon. Senin (11/11)

Acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengurangi pemborosan pangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di Kota Tomohon. Dalam sambutannya, Pjs Wali Kota menegaskan bahwa ketahanan pangan dan gizi merupakan isu strategis nasional.

“Pemenuhan pangan adalah hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya, aman, serta bergizi untuk menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, aktif, dan produktif,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dampak El Nino yang saat ini menjadi ancaman terhadap ketahanan pangan nasional. Untuk mengantisipasi dampaknya, pemerintah terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan pangan yang berkualitas dan terjangkau. Selain itu, Kaligis menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi petani lokal, yaitu kurangnya perhatian terhadap masa tanam yang menyebabkan kekurangan pangan saat hari raya.

Ia berharap para Lurah dapat memotivasi masyarakat dan petani untuk menerapkan pola tanam yang baik agar ketersediaan pangan tetap terjaga.Kaligis juga menekankan pentingnya mewujudkan visi dan misi nasional, termasuk peningkatan kualitas hidup masyarakat untuk mengatasi kemiskinan, kebodohan, dan stunting.

“Para Lurah juga diharapkan memantau masyarakat miskin, terutama yang masuk kategori miskin ekstrem, agar kebutuhan pangan terpenuhi dan potensi stunting dapat dicegah,” katanya.

Dalam lingkup global, Kaligis memaparkan bahwa pemborosan pangan atau Food Loss and Waste (FLW) masih menjadi tantangan besar, sebagaimana dilaporkan oleh FAO bahwa sepertiga pangan dunia, atau sekitar 1,3 miliar ton, terbuang setiap tahun. Di Indonesia, angka pemborosan pangan yang masih tinggi berdampak pada ketersediaan pangan.

Badan Pangan Nasional pun aktif melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pengurangan pemborosan pangan melalui gerakan “Selamatkan Pangan”.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara Jemmy J.R. Lampus, M.Kes, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Dra. Lily Solang, MM, Kepala Dinas Pangan Daerah Kota Tomohon Dr. Novi Kainde, M.Si, para camat, lurah se-Kota Tomohon, serta jajaran pemerintah setempat. Mereka mendukung upaya untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah, agar perubahan perilaku terkait pemborosan pangan dapat diwujudkan di berbagai kalangan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *