MANADO KOMENTAR-Gelombang keresahan melanda nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Manado, Sulawesi Utara. Bukan hanya mesin ATM yang rusak di jalan AA Maramis dan tidak ada penjelasan dari pihak BRI Manado.
Kali ini nasabah dikejutkan dengan panarikan uang di ATM BRI yang diduga robek yang keluar dari mesin ATM BRI di kawasan Griya Paniki Indah (GPI) Paniki Mapanget Manado.
Ironisnya, hingga saat ini pihak BRI Cabang Manado belum memberikan penjelasan resmi, membuat nasabah semakin panik dan mempertanyakan kualitas layanan bank milik negara tersebut.
Kasus pertama mencuat lewat unggahan akun Facebook bernama Grace Louisa, yang pada Selasa (24/3/2026) malam memposting video saat menarik uang pecahan Rp100.000 dari ATM BRI di kawasan Griya Paniki Indah (GPI) Paniki, Mapanget, Manado. Uang yang keluar dalam kondisi robek memicu kekecewaan dan keresahan.
Dalam video yang dibagikan di grup Lambe Kawanua Official, Grace memperlihatkan uang yang tidak utuh sambil mempertanyakan tanggung jawab BRI Manado. “Bagaimana ini bagian bank BRI yang ada di Manado? Ini uangnya sudah tidak utuh seperti ini,” ujarnya.
Hingga berita ini dipublis, upaya konfirmasi kepada pihak BRI Cabang Manado belum membuahkan hasil. Ketiadaan penjelasan resmi dari manajemen justru memperbesar keresahan publik.
Kasus uang robek dan ATM rusak ini menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan keras bagi BRI: kepercayaan nasabah adalah fondasi utama, dan setiap kelalaian dalam pengawasan bisa berubah menjadi krisis kepercayaan yang berbahaya.
Masyarakat berharap adanya penjelasan dari pihak BRI Manado melalui media ini, guna mengembalikan kepercayaan nasabah. Diketahui berita mengenai penarikan uang diduga robek di ATM GPI Manado sudah menjadi komsumsi publik lewat sejumlah media di Manado.
Jose







