Dipaparkan Bupati Joune, Dua Inovasi Minut Menggema di Panggung Innovative Government Award 2026

Joune Ganda

JAKARTA KOMENTAR-Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M.Si, mendapat kesempatan memaparkan keunggulan dua inovasi di ajang Innovative Government Award (IGA) 2026, Kamis (5/11/2026) yang digagas Kementerian dalam negeri.

Dihadapan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) selaku penilai dari Kementerian Dalam Negeri, Bupati Joune memaparkan Our Simple Tax dan Dapur CETUS JG-KWL.

Dijelaskan Bupati, Dua inovasi ini menjawab dua kebutuhan penting masyarakat Minahasa Utara yakni kemudahan pelayanan perpajakan daerah dan percepatan penanganan stunting.

Bupati Joune Ganda menjelaskan bahwa keberhasilan inovasi pemerintahan tidak cukup diukur dari hadirnya aplikasi maupun program baru.

Ukuran terpenting adalah kemampuan inovasi tersebut menyelesaikan persoalan, memperbaiki kualitas pelayanan, serta menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan masyarakat.

“Setiap inovasi harus memiliki manfaat nyata. Bukan sekadar program atau terobosan, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak yang berkelanjutan,”ungkap Joune.

Inovasi Our Simple Tax menjadi salah satu terobosan Pemkab Minut dalam membangun pelayanan perpajakan daerah yang lebih mudah, cepat, dan transparan.

Melalui inovasi berbasis digital ini, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai persyaratan, prosedur, hingga tahapan administrasi perpajakan tanpa harus melalui proses pencarian informasi secara manual.

Selain memudahkan masyarakat, inovasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya penerimaan pajak daerah.

Implementasinya melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dalam kaitannya dengan persyaratan keterangan fiskal pada proses penerbitan perizinan, serta Inspektorat dalam aspek pembinaan dan pengawasan.

Hasil penerapannya tercermin dari realisasi penerimaan pajak daerah tahun 2025 yang mencapai 107,13 persen dari target. Angka ini meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 92,39 persen.

Bahkan, manfaat inovasi Our Simple Tax mulai meluas ke luar Minahasa Utara. Inovasi tersebut telah direplikasi oleh Pemerintah Kota Manado, Kota Tomohon, dan Kota Bitung.

Replikasi ini menunjukkan bahwa terobosan pelayanan yang dikembangkan Pemkab Minut memiliki potensi menjadi model bagi daerah lain dalam memperkuat digitalisasi pelayanan dan pengelolaan pendapatan daerah.

Sementara itu, inovasi Dapur CETUS JG-KWL memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menjawab persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Program ini mengedepankan pola jemput bola dengan mendistribusikan makanan siap santap secara langsung ke rumah keluarga penerima manfaat.

Pendekatan tersebut menjadi pembeda karena intervensi pemenuhan gizi tidak hanya bergantung pada kehadiran penerima manfaat di fasilitas pelayanan kesehatan atau posyandu. Pemerintah hadir lebih dekat dengan keluarga sasaran untuk memastikan bantuan gizi dapat diterima secara langsung.

Penggunaan bahan pangan lokal juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, pemanfaatan potensi pangan daerah diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendukung program kesehatan.

Dapur Cetus diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, meningkatkan berat badan balita, serta mencegah risiko stunting sejak masa kehamilan.

Dalam presentasinya, Bupati Joune Ganda turut memperlihatkan perkembangan data penanganan stunting di Minahasa Utara (Minut) Jumlah anak stunting yang tercatat sebanyak 131 anak pada 2025 mengalami penurunan menjadi 102 anak pada semester pertama 2026.

Data tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan intervensi pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

Selain memaparkan dua inovasi unggulan, Bupati Joune Ganda juga menjelaskan berbagai strategi Pemkab Minut dalam membangun ekosistem inovasi daerah.

Dengan wilayah yang terdiri dari 10 kecamatan, 125 desa, dan enam kelurahan serta jumlah penduduk 232.848 jiwa pada 2025, Minahasa Utara memiliki tantangan pembangunan yang membutuhkan pendekatan pemerintahan adaptif dan inovatif.

Untuk itu, pemerintah daerah memperkuat kelembagaan melalui pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), tim koordinasi penguatan sistem inovasi daerah, serta gerakan satu perangkat daerah satu inovasi.

Pembinaan juga diperluas kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, camat, hingga masyarakat. Dukungan lainnya dilakukan melalui alokasi anggaran pembinaan inovasi, fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), kompetisi inovasi pelayanan publik, dan klinik inovasi daerah.

Upaya tersebut menunjukkan perkembangan positif. Jumlah inovasi daerah meningkat dari 65 inovasi pada 2024 menjadi 82 inovasi pada 2026. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan dari 74,69 pada 2022 menjadi 77,76 pada 2025.

Capaian dalam penilaian IGA pun menunjukkan kemajuan. Setelah berada pada kategori kurang inovatif pada 2023, Minahasa Utara berhasil masuk kategori kabupaten inovatif pada 2024 dan meraih predikat kabupaten sangat inovatif pada 2025.

Keikutsertaan Minahasa Utara dalam tahapan presentasi IGA 2026 menjadi semakin strategis karena daerah ini tercatat sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Sulawesi Utara yang masuk nominasi.

Secara nasional, terdapat 57 pemerintah daerah yang mengikuti tahapan presentasi pada 3–5 November 2026. Penilaian melibatkan 30 tim penilai dari 26 instansi, yang terdiri dari unsur kementerian/lembaga, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media.

Setiap kepala daerah diminta memaparkan strategi penguatan ekosistem inovasi sekaligus menunjukkan satu inovasi digital dan satu inovasi non-digital, termasuk keberhasilan, keberlanjutan, serta dampak penerapannya.

Menutup presentasinya, Bupati Joune Ganda mengangkat filosofi De Mayento dan Madampakjo sebagai semangat pengembangan inovasi di Minahasa Utara. Pesan yang terkandung di dalamnya menegaskan bahwa inovasi harus terus bergerak dan menghasilkan dampak nyata.

Bagi Pemkab Minut, penghargaan bukanlah tujuan akhir. Lebih penting adalah memastikan setiap terobosan terus dikembangkan, dipertahankan keberlanjutannya, dan memberikan manfaat yang semakin luas.

Melalui Our Simple Tax dan Dapur CETUS JG-KWL, Minahasa Utara hendak menyampaikan pesan, bahwa inovasi pemerintahan bukan hanya tentang pembaruan sistem birokrasi, melainkan juga tentang bagi pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah serta peningkatan pendapatan daerah.

Joice

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *