Kuota Cukup, Normans Luntungan Soroti PT Pertamina Soal Distribusi BBM di Sulut

Politik79 Dilihat

MANADO, KOMENTAR.CO.ID- – Anggota DPRD Sulawesi Utara, Normans Luntungan, menyoroti persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Sulawesi Utara (Sulut), yang mengakibatkan beberapa waktu lalu mengalami kelangkaan.

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Sulut bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, di Ruang Rapat Serbaguna DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).

Menurut Luntungan, Kuota BBM saat ini terbilang cukup, tapi distribusinya terlambat.

“Akibat keterlambatan pasokan BBM di Sulawesi Utara dan Kota Manado beberapa waktu lalu itu sangat merugikan masyarakat,”tegas Luntungan.

Ia pun meminta agar PT Pertamina terus melakukan koordinasi, agar tidak terjadi lagi keterlambatan distribusi BBM di Sulut.

Tak hanya itu, ia pun meminta Pertamina serius menelusuri dugaan penyimpangan distribusi BBM yang menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan bakar, meskipun kapal pengangkut telah tiba di wilayah tujuan.

Normans mengungkapkan, terdapat keluhan mengenai BBM yang baru tiba, tetapi dalam waktu singkat sudah tidak tersedia lagi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai penyaluran BBM dari titik pembongkaran hingga ke masyarakat.

“Mohon keseriusan pihak Pertamina untuk menyelesaikan persoalan ini. Harga BBM di jalan-jalan sudah mencapai Rp20 ribu hingga Rp35 ribu,” tegas legislator Dapil Nusa Utara ini.

Dirinya menilai, penambahan kuota saja tidak akan menyelesaikan persoalan apabila masih terdapat dugaan kebocoran dalam distribusi. Karena itu, pengawasan terhadap penyalur, agen, dan mitra distribusi perlu dilakukan secara menyeluruh.

“Sebanyak apa pun kuota yang diberikan, kalau masih ada kebocoran, persoalan ini tidak akan selesai. Jadi, harus ditelusuri di mana letak masalahnya dan siapa yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak PT Pertamina Agung Pranata meminta maaf, karena memang ada kondisi teknis dengan cuaca, kabut,asap yang terjadi.

“Memang distribusi BBM mengakibatkan keterlambatan.khususnya via laut mengalami keterlambatan. Memang kapal yang kami gunakan suplai di Sulut, itu sumbernya dari Balikpapan. Jadi ini menjadi tantangan kami dalam mendistribusikan BBM ke Masyarakat. Namun kami terus melakukan berbagai macam upaya,”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *