JAWA BARAT KOMENTAR-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menerima penganugerahan tanda kehormatan Kartika Pamong Praja Madya dan Penyematan Lencana Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Penghargaan bergengsi ini diserahkan secara langsung oleh Rektor IPDN, Dr. Halilul Khairi, dalam sebuah upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Jawa Barat, pada Senin, 12 Oktober 2026.
Kehadiran Gubernur Sulut, yang akrab disapa YSK, turut didampingi oleh 19 alumni IPDN yang saat ini mengabdi di berbagai jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya di hadapan Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi, M.Si., jajaran civitas akademika, serta para Praja IPDN, Gubernur Yulius menyampaikan apresiasi atas penganugerahan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa kehormatan tersebut harus dimaknai sebagai panggilan tanggung jawab dan tantangan moral untuk terus berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.
Penganugerahan ini menjadi bentuk kehormatan yang menegaskan pentingnya kepemimpinan, pengabdian, dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Bagi saya, penghormatan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,”ungkap Gubernur.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur YSK juga menyampaikan pesan khusus dan motivasi kepada ribuan praja IPDN. Ia menekankan pentingnya menanamkan pemahaman terhadap arah kebijakan pembangunan nasional, khususnya program “Asta Cita” Presiden RI Prabowo Subianto, sejak masih duduk di bangku pendidikan.
“Mulai dari sini kalian sudah harus mulai menghafal Asta Cita. Karena saat lulus nanti, kalian akan berhadapan langsung dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tegas YSK di hadapan para calon pamong praja. Ia juga berpesan kepada pihak rektorat untuk terus mengingatkan para praja agar substansi program tersebut benar-benar dipahami, sehingga saat bertugas di daerah, mereka dapat langsung menyelaraskan program pemerintah daerah dengan kebijakan pusat tanpa hambatan.
Selain penguatan wawasan kebangsaan, mantan perwira militer ini juga menyoroti pentingnya disiplin dan integritas sebagai benteng utama seorang aparatur sipil negara.
“Persiapkan diri kalian. Disiplin dan integritas kalian untuk mengabdi bagi negara di mana pun kalian ditempatkan,” ujarnya membakar semangat para praja.
Melalui momentum penganugerahan ini, Gubernur YSK berharap kerja sama kelembagaan antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan IPDN dapat terus diperkuat. Hal ini bertujuan untuk membuka ruang pemberdayaan alumni yang lebih optimal, sehingga kontribusi mereka dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Sulawesi Utara semakin maksimal.
Joppy Senduk






