MANDALIKA KOMENTAR-Sirkuit Internasional Mandalika menjadi saksi bisu terciptanya sejarah emas dalam ajang MotoGP. Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, tampil memukau dan keluar sebagai juara pada seri MotoGP Indonesia, Minggu (11/10/2026). Namun, kemenangan Bezzecchi bukanlah satu-satunya berita besar dari Lombok hari ini.
Di balik kemenangan sang pembalap Italia, Aprilia mencatatkan torehan sejarah yang belum pernah diraih oleh satu pun pabrikan atau tim MotoGP lainnya dalam era modern kejuaraan dunia.
Pabrikan asal Noale tersebut berhasil “memborong” seluruh posisi empat besar, menguasai podium 1 hingga podium 4 secara mutlak.
Berakhirnya balapan di Mandalika menampilkan pemandangan langka di mana empat posisi teratas diisi oleh motor yang sama, menunggangi mesin RS-GP yang kini menjadi momok menakutkan bagi para rival.
Pencapaian ini menjadi rekor yang belum pernah diraih oleh tim atau pabrikan MotoGP lainnya. Selama ini, dominasi satu pabrikan biasanya hanya mentok di posisi one-two (podium 1 dan 2) atau one-two-three jika dihitung bersama tim satelit.
Namun, mengunci empat posisi teratas secara berurutan adalah sebuah anomali positif yang menunjukkan superioritas absolut Aprilia di atas aspal Mandalika yang terkenal cepat dan menantang.
Hasil ini menjadi pembuktian nyata dari apa yang disebut oleh para paddock sebagai “Kebangkitan Aprilia”.
Bertahun-tahun lamanya, Aprilia dikenal sebagai underdog atau kuda hitam yang sesekali memberikan kejutan. Namun, di musim 2026 ini, Aprilia telah bertransformasi menjadi kekuatan dominan yang tak terbendung. Evolusi motor RS-GP, dipadu dengan sinergi luar biasa antara tim pabrikan (Aprilia Racing) dan tim satelit (Trackhouse Racing), telah menciptakan ekosistem kemenangan yang solid.
“Kami telah bekerja sangat keras selama bertahun-tahun. Hari ini, Mandalika bukan hanya tentang kemenangan Marco, tetapi tentang pembuktian bahwa proyek Aprilia telah mencapai puncak kesempurnaannya. Mengunci empat posisi teratas adalah mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Massimo Rivola, CEO Aprilia Racing, yang tampak menahan haru di podium.
Marco Bezzecchi, yang sukses meraih kemenangan emosional di depan ribuan tifosi Indonesia, menyatakan bahwa dominasi ini adalah hasil dari kerja keras seluruh kru.
“Motor ini terasa sempurna. Kami tidak hanya cepat, kami juga konsisten. Melihat Jorge, Raul, dan Lorenzo di belakang saya di garis finish adalah bukti bahwa Aprilia adalah paket terlengkap di grid saat ini,” ujar Bezzecchi dalam konferensi pers pasca-balapan.
Dengan “Kebangkitan Aprilia” yang telah mencapai puncaknya di Mandalika, pertanyaan besar kini bukan lagi tentang apakah Aprilia bisa menang, melainkan seberapa lama mereka akan terus mendominasi dan memaksa Ducati, KTM, dan Yamaha untuk bekerja ekstra keras demi mengejar ketertinggalan di sisa musim 2026.
Mandalika telah menjadi saksi, bahwa era baru MotoGP telah resmi dimulai, dan warnanya adalah biru-merah khas Aprilia.
Diketahui pembalap Aprilia Jorge Marthin yang finis ditempat ketiga, sedang menempati posisi puncak kelasemen, sekaligus calon juara dunia motogp 2026.
Hans












