Melayat ke Rumah Duka Kel. Walewangko-Sakul, Joune Ganda: ILUNI UI Sulut, Turut Merasa Kehilangan

Berita Utama, Manado, Religi1992 Dilihat

MANADO KOMENTAR-Suasana haru menyelimuti kediaman keluarga besar Walewangko-Sakul di Kelurahan Sario, Lingkungan I, Manado, seiring dengan berpulangnya Almarhum Ventje Joseph Walewangko (79 tahun) ke pangkuan Tuhan.

Ditengah kesibukan tugasnya, Ketua ILUNI UI Sulawesi Utara, Dr. Joune Ganda. SE. MAP. MM. M.Si, meluangkan waktu untuk hadir secara langsung, sebagai wujud nyata rasa sepenanggungan dan kasih persaudaraan.

Kedatangan Joune Ganda disambut dengan kehangatan oleh anggota keluarga, termasuk putra almarhum, Dr. Een Walewangko, yang juga merupakan pengurus aktif ILUNI UI Sulawesi Utara. Kehadiran Joune di rumah duka tersebut menjadi pengingat bahwa di balik jabatan struktural, ikatan kekeluargaan dan solidaritas antar-alumni serta masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Dengan wajah yang teduh dan penuh empati, Joune Ganda menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ia menekankan bahwa kehadiran dirinya dan jajaran ILUNI UI Sulut adalah bentuk dukungan moral agar keluarga yang ditinggalkan tidak merasa sendirian dalam menghadapi cobaan ini.

“Kami datang bukan hanya untuk melayat, tetapi untuk turut berbeban. Dalam suka maupun duka, ILUNI UI Sulawesi Utara adalah keluarga bagi setiap anggotanya. Kami turut merasakan kehilangan ini, sebagaimana keluarga merasakannya,” ungkap Joune Ganda dengan nada lembut namun tegas.

Joune juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Almarhum Ventje Joseph Walewangko yang telah meninggalkan warisan nilai-nilai kebaikan melalui anak-anaknya, termasuk Dr. Een Walewangko, yang dikenal dedikasinya dalam profesi dan organisasi. Menurutnya, kepergian seorang ayah adalah momen refleksi bagi kita semua untuk menghargai waktu dan memperkuat ikatan kasih dalam keluarga.

Atas nama keluarga besar ILUNI UI Sulawesi Utara, tetapi juga keluarga Ganda-Davega Joune Ganda menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya. Ia mendoakan agar roh Almarhum beristirahat dengan tenang dalam damai sejahtera Tuhan, dan kiranya keluarga Walewangko-Sakul, khususnya Dr. Een Walewangko dan seluruh kerabat, diberikan kekuatan, penghiburan, dan ketabahan dari Tuhan Yesus Kristus.

“Kiranya kasih Tuhan yang melampaui segala akal budi menjadi pelipur lara bagi Ibu dan seluruh keluarga. Kami akan terus berdoa dan mendukung kalian di masa transisi ini,” tutup Joune sembari menjabat tangan dan memeluk erat anggota keluarga yang sedang berduka.

Kepergian Joune Ganda meninggalkan kesan mendalam bagi pelayat lainnya, bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari kemampuan untuk hadir, mendengarkan, dan berbagi rasa sakit dengan sesama.

Raka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *