Antrean Panjang SPBU di Sulut, Anggota DPRD Amir Liputo Desak Evaluasi Distribusi BBM

Berita Utama, DPRD1967 Dilihat

MANADO KOMENTAR-Fenomena antrean panjang kendaraan bermotor di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sulawesi Utara menjadi sorotan tajam dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.

Anggota DPRD Sulut Amir Liputo, secara tegas menyikapi kelangkaan dan antrean yang terjadi, mendesak adanya evaluasi serius terhadap sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di daerah ini.

Dalam pernyataan resminya, Amir Liputo menyatakan bahwa antrean yang terjadi bukan hanya sekadar ketidaknyamanan bagi masyarakat, tetapi juga indikasi adanya gangguan dalam rantai pasok atau alokasi kuota BBM untuk wilayah Sulawesi Utara. Ia menilai, kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat jika tidak segera ditangani.

“Kita melihat realita di lapangan, antrean di SPBU semakin panjang dan mengular. Ini adalah sinyal darurat bagi kita semua. Saya meminta penjelasan konkret dari pihak terkait, apakah ini masalah kuota, distribusi, atau ada faktor lain? Masyarakat butuh kepastian,” ujar Amir Liputo dengan nada serius.

Politisi yang dikenal vokal menyuarakan kepentingan rakyat ini juga menyoroti dampak psikologis dan waktu yang terbuang akibat antrean tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah bersama Pertamina sebagai operator utama harus berkoordinasi lebih intensif untuk memastikan stok BBM di setiap SPBU, terutama di titik-titik padat seperti Manado, Bitung, dan Tomohon, tetap tersedia sesuai kebutuhan harian masyarakat.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *