BITUNG KOMENTAR-Suasana kebatinan yang khusyuk terasa di kalangan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), disaat
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026.
Melalui unggahan resmi di media sosial, Fabian Kaloh selaku Wakil Sekretaris Internal DPD PDI-P Sulawesi Utara, menyampaikan ucapan selamat yang sarat dengan makna teologis dan filosofis.
Ucapan tersebut dikemas dalam sebuah flyer bernuansa merah khas partai berlambang Kepala Banteng, yang menampilkan foto kebersamaan pimpinan DPD PDI-P Sulut, Ketua Olly Dondokambey, Sekretaris Reza Rumambi, dan Bendahara Andrei Angouw.
Kehadiran Fabian Kaloh sebagai penyampai pesan ini menegaskan perannya tidak hanya sebagai administrator partai, tetapi sebagai kader intelektual dan teladan yang mampu menjembatani nilai-nilai ideologi partai dengan semangat keberagaman agama di Indonesia, lebih khusus di Sulawesi Utara.
Sebagai mantan birokrat berintegritas dan pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, nama Fabian Kaloh telah lama dikenal sebagai salah satu kader terbaik PDI-P di Kota Bitung.
Ia dipandang sebagai figur yang memiliki keseimbangan antara ketajaman berpikir politik dan kedewasaan spiritual.
Dalam konteks masyarakat Bitung yang majemuk, kehadiran sosok seperti Fabian menjadi penting untuk merawat harmoni antarumat beragama.
Dalam narasinya, Fabian menyoroti inti sari dari ibadah kurban. “Wujud tertinggi dari ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan manusia kepada Allah, direfleksikan melalui ibadah kurban”
Pernyataan ini menunjukkan pemahaman mendalam Fabian terhadap esensi Idul Adha. Bagi seorang kader PDI-P yang menghayati ajaran Bung Karno tentang “Berjuang dengan Ikhlas”, pesan Fabian sangat relevan.
Ia mengajak umat Muslim untuk melihat kurban bukan sekadar ritual fisik, melainkan latihan mental untuk melepaskan ego dan harta demi ketaatan kepada Sang Pencipta dan kepedulian kepada sesama manusia.
Unggahan yang menampilkan jajaran pimpinan DPD PDI-P Sulut itu, seolah mengirimkan pesan kuat tentang soliditas internal partai. Ini menunjukkan bahwa PDI-P di Sulawesi Utara, di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey, sangat menghargai momen-momen suci umat beragama sebagai bagian dari strategi kebangsaan untuk memperkuat persatuan
Fabian yang berlatar belakang sebagai mantan legislator dan birokrat, memahami betul bahwa stabilitas sosial adalah prasyarat utama pembangunan. Oleh karena itu, setiap ucapan selamat dari dirinya selalu diwarnai dengan ajakan untuk menjaga toleransi dan mempererat tali silaturahmi.
Melalui pesan ini, Fabian Kaloh berharap agar spirit Idul Adha dapat menginspirasi seluruh lapisan masyarakat, khususnya di Kota Bitung dan Sulawesi Utara, untuk terus mengamalkan nilai-nilai keikhlasan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga semangat pengorbanan ini menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus bekerja tulus bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat,”ungkapnya.
Kehadiran Fabian Kaloh sebagai suara moderat dan religius di tubuh PDI-P Sulut, semakin mengukuhkan citra partai sebagai rumah bagi segala elemen bangsa, tempat di mana iman dan perjuangan nasional berjalan beriringan demi Indonesia yang adil dan makmur.
JoppySenduk







