Nostalgia di Akmil Lembah Tidar, Disini Jejak Cinta dan Karier SBY Berawal

MAGELANG KOMENTAR-Suasana haru dan penuh kenangan menyelimuti kompleks Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis pagi (14/5/2026). Mantan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terlihat santai menjalani olahraga jalan pagi di lingkungan almamaternya tersebut.

Kegiatan yang berlangsung dari pukul 06.00 hingga 08.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan SBY ke Kota Magelang. Sehari sebelumnya, Rabu (13/5/2026), SBY hadir dalam pembukaan pertandingan bola voli di Universitas Tidar (Untidar). Namun, agenda di Akmil memiliki makna khusus bagi pria kelahiran Pacitan itu, mengingat ia adalah alumni terbaik Akabri Darat angkatan 1973.

Disela-sela jalan pagi, SBY tampak terhenti sejenak di depan sebuah barak di belakang Gedung Lily Roehani. Dengan nada nostalgia, ia menunjuk ke arah bangunan tersebut sambil berbagi cerita kepada Gubernur Akmil, Brigjen TNI Rano Tilaar, dan para pejabat yang mendampinginya.

“Dulu, barak tempat Pak Prabowo Subianto berada di sini, sedangkan saya di atas sana,” kenang SBY sembari menunjuk lokasi asrama mereka dahulu.

Momen ini menjadi kesempatan bagi SBY untuk menyoroti persahabatan unik yang ia jalin dengan Presiden RI saat ini, Prabowo Subianto. SBY menekankan bahwa hubungan mereka berbeda dengan dinamika presiden-presiden di negara lain.

“Walaupun di Amerika Serikat ada Akademi Militer West Point yang pernah melahirkan dua Presiden AS, yaitu Ulysses Grant dan Dwight Eisenhower, mereka tidak pernah bertemu satu sama lain karena berbeda zaman. Berbeda dengan saya dan Prabowo, kami adalah classmates (satu angkatan) di Lembah Tidar ini,” ujar SBY dengan senyum hangat.

Bagi SBY, Akmil bukan hanya tempat menempa disiplin militer, tetapi juga saksi bisu perjalanan hidupnya yang paling personal. Di institusi inilah ia pertama kali bertemu dengan almarhumah Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), putri dari Letjen Sarwo Edhie Wibowo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Akmil. Pertemuan tersebut akhirnya mempertemukan dua hati yang kemudian membangun rumah tangga dan mendampingi SBY hingga puncak kariernya sebagai Kepala Negara.

Kunjungan SBY kali ini disambut hangat oleh sivitas akademika Akmil. Kehadirannya dianggap sebagai simbol penghormatan terhadap alma mater yang telah membentuk karakter kepemimpinan, integritas, dan patriotisme dirinya.

Suasana pagi itu terasa akrab, seolah waktu kembali berputar ke masa-masa ketika taruna SBY dan Prabowo bersama-sama menempa diri menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia. Bagi SBY, setiap sudut Akmil menyimpan memori tak terlupakan yang terus ia bawa hingga kini.

Hans Montolalu / Kontributor Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga