MANADO KOMENTAR-Hingga penghujung Desember 2025, Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Utara belum juga digelar, meski sebelumnya sempat ramai diperbincangkan. Kini, kabar terbaru menyebutkan bahwa Musda akan dilaksanakan pada akhir Januari 2026.
Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, Christiany Eugenia Paruntu (CEP), dikabarkan telah menjabat dua periode dan tidak dapat mencalonkan diri. Situasi ini membuka ruang bagi figur baru, dan sorotan pun tertuju pada Michaela Elsiana Paruntu (MEP), yang saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulut.
Selain MEP, nama Tonny Hendrik Lasut (THL) disebut-sebut sebagai kandidat lain. Namun mayoritas Ketua DPD II Golkar menilai MEP adalah sosok paling tepat melanjutkan kepemimpinan CEP.
Menurut Ketua DPD II Partai Golkar Bolaang Mongondouw Utara Saiful Ambarak. S. Pd. i, MEP adalah figur yang layak memimpin DPD I Golkar Sulut apabila CEP terganjal dua periode. “MEP memiliki kapasitas, pengalaman, dan kedekatan dengan pemerintah daerah yang akan memperkuat posisi Golkar di Sulut,” ujarnya Ambarak.
Kedudukan MEP sebagai Wakil Ketua DPRD Sulut kata Ambarak, menjadi modal politik yang signifikan. Dengan posisinya, MEP dinilai memiliki akses komunikasi yang lebih intens dengan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan jajaran pemerintah daerah. Hal ini membuka ruang koordinasi yang lebih luas antara Golkar dan pemerintah, terutama dalam memperjuangkan program pembangunan daerah.
Selain itu, keberadaan CEP di DPR RI dipastikan memberikan dukungan penuh terhadap MEP, sekaligus menjadi jembatan komunikasi dengan DPP Golkar, sehingga sinergi antara pusat dan daerah diyakini akan semakin kuat.
MEP juga dikenal sebagai politisi yang dekat dengan masyarakat. Lewat kiprahnya di DPRD Sulut, ia dinilai mampu memperjuangkan aspirasi rakyat Sulawesi Utara secara konsisten. Sebagai Ketua DPD II Golkar Minahasa Selatan ungkap Ambara, MEP memiliki jaringan komunikasi yang dinamis dengan para Ketua Golkar di kabupaten dan kota, memperkuat basis dukungan internal partai.
“Dengan kombinasi kedekatan dengan pemerintah, pengalaman legislatif, serta jaringan politik yang luas, MEP dipandang sebagai figur sentral yang siap membawa Golkar Sulut ke arah kepemimpinan baru yang lebih solid dan berpengaruh,”tutup Ambarak yang dikenal sebagai salahsatu politisi terbaik didaratan Totabuan ini.
Joppy Senduk













