MANADO KOMENTAR-Suasana penuh kebersamaan mewarnai Reses Masa Persidangan Pertama Tahun 2025 yang digelar oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Royke Anter, SE, ME, di GMIM Sion Ranomuut, Kota Manado pada 03 Desember 2025.
Ratusan warga dari berbagai jemaat di wilayah Manado Timur II, termasuk para lansia, hadir bersama pemerintah setempat untuk menyampaikan harapan dan keluhan mereka secara langsung.
Kegiatan reses diawali dengan ibadah singkat, menciptakan nuansa syukur dan kebersamaan sebelum berlanjut ke sesi dialog. Dalam sambutannya, Royke Anter menekankan pentingnya reses sebagai jembatan antara rakyat dan wakilnya di parlemen.
“Reses adalah waktu bagi kami untuk kembali ke tengah masyarakat, mendengar suara mereka, mengidentifikasi persoalan nyata, dan memastikan aspirasi benar-benar diperjuangkan,” ungkap Anter.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak:
- Perbaikan drainase dan normalisasi sungai untuk mengurangi risiko banjir.
- Penerangan jalan di beberapa titik yang lampunya sudah tidak berfungsi.
- Bantuan kesejahteraan bagi lansia, sebagai bentuk perhatian terhadap kelompok rentan.
Komitmen Wakil Rakyat
Menanggapi aspirasi tersebut, Royke Anter menegaskan bahwa semua masukan akan diakomodir sesuai kewenangan, baik di tingkat kota, provinsi, maupun pusat.
“Setiap aspirasi akan dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran DPRD (Pokir) dan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Inilah dasar perencanaan program pembangunan dan penganggaran di tingkat provinsi,” jelasnya.
Reses di GMIM Sion Ranomuut adalah wujud nyata kedekatan wakil rakyat dengan masyarakat. Kehadiran ratusan warga menunjukkan bahwa suara rakyat tetap hidup dan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah. Dengan komitmen yang ditegaskan Royke Anter, harapan masyarakat Manado Timur II kini menanti untuk diwujudkan dalam kebijakan nyata.
Jose







