MANADO KOMENTAR-Panggung politik Sulawesi Utara kembali bergulir dinamis. Wakil Gubernur Sulut, Dr. J. Victor Mailangkay, SH., MH., secara resmi mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPW sekaligus keanggotaan Partai NasDem Sulut, terhitung 29 September 2026. Surat pengunduran diri diserahkan langsung kepada Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh, di NasDem Tower, Jakarta.
Dalam surat bernomor 01-KHUSUS MUNDUR/IX/2026, Mailangkay menyatakan keputusan itu diambil demi menjaga kekompakan dan menghindari perpecahan di internal partai.
Disinggung arah langkah politiknya ke depan, Mailangkay menyatakan secara singkat: “Konsentrasi tugas Wagub”. Posisi jabatan Wakil Gubernur tetap dijalankan, mengingat kemenangan Pilkada 2024 diraih lewat koalisi Golkar, Gerindra, NasDem, PSI, dan Perindo, bukan tunggal dari satu partai.
Meski belum ada kepastian resmi, namun nama-nama partai mulai diperbincangkan sebagai kemungkinan pelabuhan politik Mailangkay:
- Partai Gerindra salah satu pilar koalisi pengusung pasangan Yulius Selvanus–Victor Mailangkay pada Pilkada 2024, memiliki jejak kerja sama yang erat selama ini
- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) — juga bagian dari koalisi pemenang, dan belakangan ini menyambut sejumlah mantan kader NasDem di berbagai daerah
- Partai Golkar dan Partai Perindo — sebagai mitra koalisi pemerintahan, juga tetap menjadi opsi yang tidak tertutup
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Mailangkay maupun pihak partai terkait kepindahan ke partai tertentu. Berbagai dinamika masih berlangsung dan peta politik Sulut terus dipantau.
“Langkah ke depan masih dalam pertimbangan. Yang jelas, pelayanan kepada masyarakat Sulut tetap menjadi prioritas utama,” demikian sumber terdekat yang enggan disebutkan namanya.
Kini publik menantikan pengumuman resmi yang diharapkan dapat memperjelas arah politik Wakil Gubernur dalam waktu dekat.
Pris






