MINUT KOMENTAR-Sambil mencermati arahan strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2027, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap rupiah anggaran negara benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat lokal.
Kegiatan yang diikuti secara virtual dari Ruang Tumatenden, Gedung DPRD Minahasa Utara, pada Jumat (14/8/2026), ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Minut Vonny Adel Rumimpunu, serta dihadiri Bupati Dr. Joune J.E. Ganda. SE. MAP. MM. M.Si dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung.SH. MH.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menggarisbawahi bahwa APBN 2027 adalah instrumen perjuangan bangsa dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan defisit terjaga di 2,40 persen terhadap PDB. Fokus utama diarahkan pada delapan program prioritas, termasuk renovasi 10.000 Puskesmas, pembangunan 441 RSUD, percepatan energi surya, hingga operasionalisasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
Menanggapi visi besar tersebut, Bupati Joune Ganda memberikan penekanan khusus pada aspek implementasi di tingkat daerah. Bagi beliau, grand design nasional akan sia-sia jika tidak memiliki “jembatan” eksekusi yang kuat di tingkat kabupaten.
“APBN harus menjadi instrumen yang benar-benar memberikan manfaat nyata, bukan sekadar dokumen keuangan yang megah di pusat. Kami di pemerintah daerah berkepentingan penuh untuk memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan nasional dapat diterjemahkan secara konkret dan disinergikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat Minahasa Utara,” tegas Bupati Joune Ganda.
Bupati Joune menyoroti beberapa poin krusial dari pidato Presiden yang relevan dengan potensi Minut, khususnya terkait hilirisasi industri dan ketahanan pangan. Ia menilai, Minahasa Utara harus proaktif menangkap peluang dari agenda nasional seperti Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.
“Jangan sampai kita hanya menjadi penonton. Dengan potensi pertanian dan kelautan yang kuat, serta dukungan infrastruktur kesehatan melalui program renovasi Puskesmas dan RSUD, Minut harus siap menjadi mitra strategis pemerintah pusat. Sinergi ini kunci agar dana APBN tidak habis di birokrasi, tetapi berubah menjadi beras di meja makan, obat di puskesmas, dan lapangan kerja bagi pemuda kita,” tambah Joune.
Keikutsertaan pimpinan daerah dalam rapat paripurna ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Minut untuk menyelaraskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dengan prioritas nasional. Langkah ini diambil agar Minahasa Utara tidak tertinggal dalam akselerasi pembangunan, sekaligus memastikan bahwa alokasi dana transfer dan dana desa dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan warga.
Dengan semangat “dari pusat untuk daerah, dari daerah untuk rakyat”, Bupati Joune Ganda mengajak seluruh elemen pemerintahan di Minut untuk segera menyusun strategi teknis guna menyerap program-program prioritas APBN 2027, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan secara luas dan merata oleh seluruh lapisan masyarakat Minahasa Utara.
Jose













