Gubernur Yulius Selvanus Paparkan Kinerja Gemilang dalam Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-62 Pemprov Sulut

MANADO KOMENTAR-Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Utara, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut menggelar Rapat Paripurna Istimewa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Fransiscus Andi Silangen, didampingi para Wakil Ketua.

Momen bersejarah ini dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., dan Wakil Gubernur Dr. Vicktor Mailangkay, serta seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus memaparkan capaian indikator makro pembangunan yang solid, bahkan di tengah ketidakpastian dinamika ekonomi global. Ia menegaskan bahwa ketahanan ekonomi daerah tetap terjaga berkat sinergi kebijakan pemerintah dan dukungan penuh dari masyarakat.

Gubernur melaporkan bahwa hingga Triwulan II tahun 2026, laju pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara mencatatkan angka impresif sebesar 5,42 persen. Capaian ini tidak hanya melampaui rata-rata nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi daerah pasca-tekanan inflasi global dan dampak fenomena cuaca ekstrem.

“Angka-angka ini adalah cerminan denyut ekonomi di pasar-pasar tradisional, geliat UMKM yang terus bergerak, terjaganya daya beli masyarakat, hingga menguatnya kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Bumi Porodong,” papar Gubernur Yulius dengan penuh keyakinan.

Selain pertumbuhan ekonomi, tren positif juga terlihat pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Utara tercatat menyentuh angka 76,32, berada di atas rata-rata IPM nasional yang berada di level 75,90. Hal ini menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak di Sulut terus mengalami perbaikan.

Di sisi lain, upaya pengentasan kemiskinan juga membuahkan hasil menggembirakan. Tingkat kemiskinan di Sulut berhasil ditekan hingga angka 6,32 persen pada Triwulan II-2026, jauh lebih rendah dibandingkan persentase kemiskinan nasional yang masih berada di level 8,47 persen. Sementara itu, tingkat ketimpangan pendapatan (Gini Ratio) tetap terjaga aman di angka 0,344, menandakan distribusi kesejahteraan yang semakin merata.

Gubernur Yulius menilai bahwa ketahanan Sulawesi Utara dalam menghadapi berbagai ujian pembangunan tidak lepas dari “perisai kebudayaan” yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

Falsafah Torang Samua Basudara serta ajaran pahlawan nasional Dr. Sam Ratulangi, Sitou Timou Tumou Tou (Manusia Hidup untuk Memanusiakan Manusia Lain), dinilai berhasil memelihara kondusivitas daerah sebagai laboratorium kerukunan antarumat beragama dan etnis.

“Keberhasilan hari ini berdiri di atas fondasi kuat yang ditancapkan para founding fathers dan tokoh perintis Sulut. Di atas perisai kebudayaan inilah Sulut tetap rukun, damai, dan terus mempraktikkan semangat Mapalus atau gotong royong dalam setiap aspek kehidupan,” tegas Yulius.

Dengan mengusung tema “Sulut Melaju Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan, Pemprov Sulut menekankan pentingnya menjaga kemitraan dengan legislatif, instansi vertikal, serta seluruh elemen masyarakat.

Gubernur mengajak semua pihak untuk terus bersinergi mengawal target pembangunan jangka panjang, guna berkontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Dengan capaian-capaian tersebut, Sulawesi Utara membuktikan diri sebagai daerah yang tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan global, tetapi juga terus melaju maju menuju kesejahteraan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyatnya.

Joice-M

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *