MANADO KOMENTAR-Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, menegaskan bahwa kepemimpinan yang adaptif merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem investasi yang sehat, berdaya saing, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan materi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 23 Tahun 2026 di Aula Integritas BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (14/7/2026).
“Pemimpin birokrasi saat ini tidak lagi dinilai dari banyaknya aturan yang dibuat, tetapi dari kemampuannya menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat,” tegas Gubernur.
Lebih lanjut, Gubernur menguraikan lima karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin perubahan, yakni visioner, adaptif, kolaboratif, berintegritas, dan berorientasi pada hasil. Karakter tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pembangunan sekaligus menciptakan birokrasi yang profesional dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepada seluruh peserta PKN Tingkat II, Gubernur berharap agar setiap proyek perubahan yang dihasilkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik, kemudahan investasi, percepatan transformasi digital, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Mengakhiri arahannya, Gubernur mengajak seluruh peserta menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Sulawesi Utara sebagai provinsi yang semakin kompetitif, ramah investasi, berdaya saing global, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan.
“Marilah kita jadikan Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II ini sebagai momentum melahirkan pemimpin-pemimpin perubahan yang mampu menciptakan masa depan Sulawesi Utara yang lebih maju, inklusif, hijau, dan berkelanjutan,” pungkas Gubernur.
Sekwan Niklas Silangen yang mennadi salahsatu peserta PKN mengapresiasi pernyataan Gubernur YSK yang memberi semangat kepada seluruh peserta.
Jose













