Klarifikasi ATM BRI Bermasalah Nihil, Penghargaan Berderet, Pelayanan BRI Mengecewakan

Berita Utama, Hiburan, Hukum3906 Dilihat

Kantor BRI Manado (insert ATM bermasalah)

MANADO KOMENTAR-Ketidakseriusan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Manado dalam memberikan penjelasan terkait rusaknya sejumlah Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jalan AA Maramis semakin menimbulkan tanda tanya besar.

Alih-alih memberi klarifikasi, pihak BRI justru terkesan menghindar dari tanggung jawab atas kerugian yang dialami nasabah.

Dalam pertemuan dengan wartawan di lantai 3 kantor BRI Cabang Manado, dua karyawan berinisial ST dan AS tidak mampu memberikan jawaban yang jelas mengenai pemberitaan sebelumnya di komentar.co.id dan portalsulut.id.

Bukannya menjelaskan duduk persoalan, pihak BRI hanya menanyakan siapa nasabah yang dirugikan akibat transaksi gagal di ATM Freshmart dan Alfamart, Jalan AA Maramis. Sikap ini membuat wartawan bingung sekaligus kecewa, karena undangan pertemuan datang dari pihak BRI sendiri.

Kontras dengan citra yang ditampilkan, BRI RO Manado sebelumnya yang diganjar penghargaan bergengsi dalam 22nd Infobank-MRI Banking Service Excellence Awards 2025, bahkan disebut sebagai badan publik yang informatif dan transparan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya, layanan ATM bermasalah, uang nasabah hilang, dan penjelasan resmi tak kunjung diberikan. Temuan baru, ATM di Alfamart Paniki Bawah, tidak mengeluarkan struk baik pengambilan uang maupun transfer. Nasabah semakin panik dan ketakutan dengan pelayanan BRI di sejumlah ATM.

Ketidakmampuan BRI memberikan klarifikasi menimbulkan pertanyaan serius, bagaimana mungkin sebuah bank yang mengklaim pelayanan terbaik justru membiarkan nasabah dirugikan tanpa kepastian? Publik berhak mendapat jawaban atas kasus tersebut dari Pimpinan Cabang Pincab BRI Manado David Ronald Sihombing.

Kendati begitu, kedua karyawan BRI itu, berjanji akan mengundang kembali dan dipertemukan dengan Pincab untuk memberikan penjelasan pada pertemuan berikutnya.

Kasus ini menegaskan adanya ketimpangan antara penghargaan yang diraih dan realitas pelayanan. Jika BRI ingin tetap dipercaya, transparansi dan tanggung jawab harus segera ditunjukkan, bukan ditunda dengan alasan birokrasi internal. Nasabah membutuhkan kepastian, bukan sekadar slogan pelayanan prima.

Joppy Senduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *