Walikota Manado AA, Terima Kunjungan Pimpinan GMAHK DKMMU Periode 2025–2030

Berita Utama, Manado1882 Dilihat

MANADO KOMENTAR-Walikota Manado, Andrei Angouw, menegaskan pentingnya peran warga Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dalam mendukung wajah Kota Manado yang bersih, nyaman, dan terus maju. Hal ini disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi pimpinan GMAHK Daerah Konferens Manado dan Maluku Utara (DKMMU) periode 2025–2030, Rabu (28/1/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu, Wali Kota menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan GMAHK yang baru terpilih. Ia menekankan agar warga Advent tetap menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan. “Manado harus terus tampil sebagai kota yang bersih dan nyaman. Saya berharap warga Advent menjadi contoh nyata dalam hal ini,” ujar Angouw.

Lebih jauh, Walikota yang akrab disapa Pak AA mengapresiasi GMAHK sebagai organisasi gereja dengan jaringan global yang kuat. Menurutnya, warga Advent dikenal memiliki intelektualitas tinggi, keterbukaan terhadap perubahan, serta komitmen mendukung kebijakan pemerintah.

“Kita butuh sinergi. Saya percaya GMAHK mampu mendukung visi dan misi AARS, terutama program pro rakyat yang menyentuh masyarakat miskin ekstrim,” tegasnya.

Walikota Andrei Angouw juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan darurat 112 sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap keselamatan warga. “Jangan ragu menghubungi 112 bila ada kebutuhan mendesak di rumah maupun lingkungan sekitar,” pesannya.

Pertemuan ini dihadiri Ketua Konferens Pdt. Deyl Supit, Sekretaris Eksekutif Pdt. Edwin Abuno, Bendahara Bpk. Lefrand Pasuhuk, serta Pdt. Jim Mamarimbing yang juga Wakil Ketua Umum BKSAUA Manado. Pdt. Supit menyampaikan apresiasi atas penataan kota yang semakin indah dan bebas banjir, yang menurutnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Menutup pertemuan, pimpinan GMAHK menyerahkan kenang-kenangan berupa buku-buku kesehatan dan doa khusus bagi Wali Kota serta jalannya pemerintahan.

Dengan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan ketaatan, pertemuan ini menjadi simbol sinergi antara gereja dan pemerintah untuk menjaga Manado sebagai kota toleran, harmonis dan inklusif.

P-as

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *