Jeritan Warga Jaga 14 Desa Watutumou, Menanti Sentuhan Pemerintah Melalui Program BSPS

MINUT KOMENTAR-Tiga rumah di Jaga 14 Desa Watutumou, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara, berdiri dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Dinding tripleks tipis dan lantai beralaskan cor beton seadanya menjadi saksi bisu perjuangan keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).

Harapan besar kini tertuju kepada Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, SE. MAP. MM. M.Si, agar melalui program pembangunan 1.000 unit rumah lewat Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) “Bedah Rumah” dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP), warga Jaga 14 dapat merasakan hunian yang lebih layak.

“Kami sudah sampaikan kepada Pala jaga 14, dan dokumen pengusulan sudah dibawa ke Pemerintah Desa Watutumou untuk diinput lewat sistim untuk di verifikasi langsung oleh pemerintah pusat, tapi dengan semangat perjuangan ini kami berharap ada campur tangan Tuhan, tetapi juga kasih sayang Pak Bupati Joune untuk mempresentasikan ke Pemerintah Pusat terkait kondisi RTLH yang ada di Desa Watutumou. Kami masyarakat di pemukiman Jaga 14 yang tinggal di rumah tidak layak huni sangat berharap mendapat bantuan perbaikan rumah,” ungkap seorang ibu rumah tangga dengan mata berkaca-kaca.

Jeritan warga ini bukan sekadar permintaan, melainkan panggilan nurani agar pemerintah hadir di tengah kesulitan rakyat. Program BSPS diharapkan menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan Bupati Joune Ganda bersama jajaran pemerintah daerah benar-benar memastikan bantuan tepat sasaran, menyentuh warga yang paling membutuhkan.

Kini, masyarakat Jaga 14 menanti dengan penuh harap, agar rumah yang selama ini hanya menjadi tempat berteduh seadanya dapat berubah menjadi hunian yang layak, aman, dan memberi martabat bagi keluarga yang tinggal di dalamnya.

Joppy Senduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *