Kepedulian Royke Anter di Panti Werdha Ranomut

Berita Utama, DPRD, Politik1731 Dilihat

MANADO KOMENTAR-Panti Werdha Damai di Kelurahan Ranomut, Kota Manado, luluh lantak dilalap api pada Minggu malam (29/12/2025).

Dalam hitungan jam, tempat yang seharusnya menjadi rumah penuh kasih bagi para lansia berubah menjadi lautan duka. Sebanyak 16 jiwa lanjut usia, 14 perempuan dan 2 laki-laki, tidak sempat menyelamatkan diri dari kobaran api.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, masyarakat, dan seluruh warga Sulawesi Utara.

Keesokan harinya, Senin (30/12/2025), Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara, Royke Anter, SE.ME, datang langsung ke lokasi.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan panggilan hati. Ditengah puing hitam yang masih berasap dan aroma hangus yang menusuk, Royke tampak terpukul. Ia menyapa warga, berbicara dengan petugas, dan merasakan langsung beratnya suasana duka.

“Ini terjadi di momen Natal, saat seharusnya semua orang bersukacita. Kejadian ini sungguh tidak terduga dan sangat tidak diinginkan oleh siapa pun,” ucapnya dengan suara bergetar, menandakan betapa dalam rasa prihatin yang ia rasakan.

Royke menegaskan bahwa ia hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi sebagai sesama manusia yang turut merasakan kehilangan.
“Saya datang karena rasa kemanusiaan yang mendalam. Hati saya hancur melihat kondisi ini. Kepada keluarga korban, saya sampaikan duka cita yang paling dalam. Kami turut merasakan luka yang bapak dan ibu alami,” ungkapnya penuh empati.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa fasilitas sosial harus memiliki sistem keamanan yang lebih kuat. Royke menekankan bahwa simpati saja tidak cukup; harus ada langkah nyata dari pemerintah dan pemangku kebijakan.

Sebagai bentuk tanggung jawab politik, Royke berkomitmen menggerakkan Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulawesi Utara untuk segera menyuarakan bantuan darurat.
“Ini adalah tugas kami. Saya akan menugaskan Fraksi Demokrat untuk meminta pemerintah, baik Kota Manado maupun Provinsi Sulawesi Utara, agar bertindak cepat. Kita tidak boleh membiarkan keluarga korban menanggung beban ini sendirian,” tegasnya.

Kehadiran Royke Anter di Ranomut menjadi simbol kepedulian yang tulus. Di tengah duka, ia mengingatkan bahwa tragedi ini bukan hanya kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga panggilan bagi seluruh masyarakat dan pemerintah untuk lebih peduli, lebih sigap, dan lebih manusiawi.

Joppy Senduk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *