Gubernur Akademi Militer Rano Tilaar Hadir Defile HUT ke-80 TNI

Berita Utama2956 Dilihat

JAKARTA KOMENTAR-‎Jakarta kembali menjadi saksi sejarah saat ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Jabodetabek memadati kawasan silang Monas sejak pukul 05.00 pagi, Minggu (5/10/2025). Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan kebanggaan nasional yang menyatukan rakyat dan prajurit dalam semangat kebersamaan.

Ratusan ribu pasang mata tumpah ruah di Lapangan Monas, menyaksikan parade megah Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) dan atraksi udara yang memukau. Langit Jakarta dihiasi oleh formasi pesawat tempur dan helikopter militer, menggambarkan kekuatan dan kesiapan TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

Upacara militer kolosal ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia dan dihadiri oleh Panglima TNI, para Kepala Staf dari ketiga matra, serta jajaran petinggi negara. Tema perayaan tahun ini, “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju,” menjadi refleksi dari peran strategis TNI dalam pembangunan nasional dan penguatan solidaritas kebangsaan.

Di tengah kemegahan acara, hadir sosok yang menjadi kebanggaan Sulawesi Utara: Mayor Jenderal TNI Rano Maxim Adolf Tilaar. Bersama sang istri, Tanya Tengker Tilaar, Mayjen Rano memasuki Tenda VVIP dengan penuh wibawa. Ia baru saja dilantik sebagai Gubernur Akademi Militer (Akmil), sebuah posisi strategis dalam mencetak calon perwira TNI Angkatan Darat masa depan.

Mayjen Rano Tilaar dikenal sebagai jenderal berdedikasi tinggi dengan rekam jejak panjang di lingkungan TNI AD dan Mabes TNI. Lahir tahun 1969 dan merupakan lulusan Akmil tahun 1993, ia telah menempati berbagai posisi penting yang membentuk karakter kepemimpinannya yang tegas, visioner, dan humanis.

Perayaan HUT TNI ke-80 juga menjadi momen reflektif atas sejarah panjang institusi militer Indonesia. Cikal bakal TNI bermula dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) oleh PPKI pada 22 Agustus 1945, yang kemudian berkembang menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) melalui maklumat pemerintah pada 5 Oktober 1945. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Ulang Tahun TNI.

Selama delapan dekade, TNI telah bertransformasi dari pasukan rakyat yang sederhana menjadi kekuatan militer modern yang tangguh. Perubahan struktur, doktrin, dan strategi pertahanan terus dilakukan demi menjawab tantangan zaman, namun satu hal tetap abadi: komitmen TNI untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjadi pelindung rakyat.

HUT ke-80 TNI bukan hanya perayaan institusi, tetapi juga perayaan jiwa nasionalisme. Di tengah sorak sorai dan tepuk tangan masyarakat, terpancar harapan bahwa sinergi antara TNI dan rakyat akan terus menjadi fondasi kokoh menuju Indonesia yang lebih kuat, maju, dan bermartabat.

Hans Montolalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *