SULUT KOMENTAR-Gerak cepat ditunjukkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara menyusul aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang berlangsung pekan lalu. Aspirasi yang disuarakan dalam aksi tersebut langsung dibawa ke tingkat pusat oleh para legislator Sulut, sebagai bentuk komitmen terhadap suara rakyat.
Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut, dr. Andi Silangen, rombongan anggota dewan melakukan penyerahan aspirasi kepada empat anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Utara, yakni Rio Dondokambey, Yasti Soepredjo Mokoagow, Christiany Eugenie Paruntu, dan Martin Daniel Tumbelaka, pada Kamis, 11 September 2025.
“Aspirasi rakyat adalah amanah. Ketika kami membawanya ke DPR RI, itu bukan sekadar suara, tetapi harapan yang harus diperjuangkan,” tegas Andi Silangen dalam pertemuan tersebut.
Penyerahan aspirasi ini diterima dengan baik oleh Badan Aspirasi DPR RI serta para anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Golkar, dan Gerindra. Anggota DPRD Sulut, Louis Schramm, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya mendengar, tapi juga bertindak. Aspirasi yang disampaikan saat demo telah kami teruskan ke pemerintah pusat. Harapan kami, ini bisa ditindaklanjuti secara konkret,” ujar Schramm.
Turut hadir dalam rombongan DPRD Sulut antara lain Michaela Paruntu, Royke Anter, Jeane Laluyan, Nick Lomban, Ruslan Gani, Inggried Sondakh, Pricylia Rondo, dan Amir Liputo. Kehadiran mereka menunjukkan solidaritas dan keseriusan lembaga legislatif daerah dalam mengawal aspirasi publik.
Penyerahan aspirasi ini menjadi bukti bahwa demokrasi di Sulawesi Utara berjalan aktif dan responsif. DPRD Sulut berkomitmen untuk terus menjadi jembatan antara suara rakyat dan kebijakan nasional, demi terciptanya perubahan yang nyata dan berkelanjutan.
Jose













