Uji Ketangkasan Komandan di Tengah Krisis, Koharmatau Gelar Latih “Wijaya Sakti 2026” Perkuat Dukungan Alpalhan TNI AU

BANDUNG KOMENTAR-Kesiapan dukungan pemeliharaan materiil menjadi kunci utama dalam operasi udara modern. Menyadari hal tersebut, Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) menggelar Latihan Kesiagaan II Tahun Anggaran 2026 dengan sandi “Wijaya Sakti” di Mako Koharmatau, Bandung, Rabu (8/7/2026).

Latihan ini bukan sekadar simulasi teknis, melainkan ujian nyata bagi para komandan satuan dalam mengambil keputusan militer yang cepat dan tepat di tengah skenario krisis.

Dipusatkan di Ruang Rapat Basir Surya, latihan yang diikuti seluruh jajaran Depo Pemeliharaan (Depohar), Satuan Pemeliharaan (Sathar), dan Skadron Teknik (Skatek) ini menggunakan metode hibrida (tatap muka dan virtual) untuk memastikan sinkronisasi real-time di sembilan wilayah kerja sekaligus.

Direktur Latihan Kolonel Tek Arman Rusmanto, S.T., M.Han., menjelaskan bahwa fokus utama “Wijaya Sakti” adalah mengasah kemampuan Commander Decision Making atau Pengambilan Keputusan Komandan Militer (PPKM). Para komandan dihadapkan pada skenario kompleks, mulai dari penanganan gangguan kritis pada Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhan) hingga tantangan dukungan logistik di wilayah terdampak bencana.

“Kami tidak hanya menguji prosedur teknis, tetapi juga mentalitas kepemimpinan. Bagaimana seorang komandan tetap tenang, analitis, dan decisif ketika alpalhan vital mengalami gangguan di saat yang bersamaan terjadi bencana alam? Ini adalah esensi dari kesiapan sesungguhnya,” jelas Kolonel Arman.

Melalui latihan ini, Koharmatau berhasil menyinkronkan pelaksanaan Komando Urusan Operasi (KUO) Bantuan Harian Lapangan (Banharlap) secara serentak. Di bawah pengawasan ketat Komando Latihan (Kolat) Mako dan Wasru di masing-masing satuan, setiap tahapan dievaluasi untuk memastikan kesamaan persepsi dan standar prosedur operasional (SOP) yang tinggi.

Hasil dari latihan ini diharapkan mampu menghasilkan best practice atau cara bertindak terbaik yang dapat diaplikasikan di setiap Depohar. Dengan demikian, dukungan pemeliharaan lapangan menjadi lebih responsif, efektif, dan mampu menjamin keberhasilan tugas pokok TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara NKRI.

Hans

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *