12 Kelompok Pemuda Ditetapkan Sebagai Penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026

Berita Utama, Minut1798 Dilihat

MINUT KOMENTAR-Proses penjaringan dan seleksi yang ketat yang dilakukan oleh tim penilai Independen, akhirnya menempatkan 12 kelompok pemuda sebagai penerima Microgrant Youth Climate Action Fund (YCAF) North Minahasa 2026.

Mereka terpilih dari total 54 kelompok pemuda yang mengikuti program tersebut. Kedua belas kelompok ini menghadirkan berbagai inovasi untuk menjawab persoalan lingkungan dan perubahan iklim, mulai dari pengelolaan sampah, restorasi mangrove dan terumbu karang, hingga pemanfaatan teknologi untuk mitigasi perubahan iklim.

Penetapan penerima microgrant diumumkan dalam kegiatan yang berlangsung di Atrium Lantai 1 Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (12/10/2026), oleh Dewan Juri yang Independen.

Berikut 12 penerima Microgrant YCAF North Minahasa 2026 berdasarkan urutan peringkat:
 1.Fountaine Squad SMA UNKLAB, melalui proyek Solar Water Harvesting Pintar.
 2.Karang Taruna Desa Kinabuhutan, melalui proyek integrasi pengolahan sampah pesisir dan konservasi mangrove berbasis ekonomi komunitas.
 3.Pemuda Katolik Komisariat Minahasa Utara, melalui proyek Darunu Youth Mangrove Resilience.
 4.Terra Rangers SMA UNKLAB, melalui proyek Fire-Risk IoT Station, yakni sistem pemantauan risiko kebakaran hutan dan peringatan dini berbasis masyarakat.
 5.Pemuda Selam Seluruh Indonesia, melalui proyek Youth Coral Guardians.
 6.SMP Negeri 3 Likupang Timur, melalui proyek Garda Laut Muda, berupa aksi restorasi terumbu karang dan mitigasi dampak perubahan iklim.
 7.SMK Laikit – UKS INTI, melalui proyek Mina Sirkular Berbasis BSF.
 8.KPA Likupang, melalui proyek Minahasa Utara Green Resilience Project: Torang Jaga Alam, Alam Jaga Torang.
 9.Garda Mangrove Palaes, melalui proyek konservasi mangrove pesisir dan lingkungan laut.
10.Mangrove Youth Guardians Mantehage, melalui proyek restorasi mangrove untuk membangun pesisir Pulau Mantehage yang tangguh terhadap perubahan iklim.
11.Tim Pemuda Peduli Iklim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Klabat, melalui proyek Jaga Likupang, berupa restorasi mangrove dan aksi bersih sampah pesisir guna mendukung pariwisata berkelanjutan.
12.Pemuda Bahari Gangga I, melalui proyek Waste Recycling for a Healthy Environment.

Penilaian dilakukan oleh lima anggota Dewan Juri Independen yang berasal dari kalangan akademisi dan profesional, yakni Bobby Hamenda, M.Si., M.Int.Dev.Ec.; Dr. Lady Grace Jane Giroth, S.S., M.Si., M.Pd.; Hizkia H.D. Tasik, Ph.D.; Mercy Maggy Franky Rampengan, S.Pi., M.App.Sc., Ph.D.; serta Piet Hein Pusung, S.STP., M.Si.
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Ir. Novly Geret Wowiling, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Minahasa Utara, Joune J.E. Ganda, secara resmi membuka kegiatan pengumuman hasil penilaian sekaligus penetapan penerima microgrant.

Program yang didukung oleh Bloomberg Philanthropies ini memberikan kesempatan pendanaan senilai 1.000 hingga 5.000 dolar Amerika Serikat bagi kelompok terpilih untuk merealisasikan gagasan aksi iklim yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat.
Dua belas kelompok penerima microgrant tersebut menghadirkan gagasan yang beragam sesuai dengan kondisi, tantangan, dan potensi wilayah masing-masing. Sebagian besar proyek berfokus pada konservasi ekosistem pesisir melalui restorasi mangrove dan terumbu karang, sementara proyek lainnya mengembangkan solusi inovatif di bidang pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, pemantauan lingkungan berbasis teknologi, serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya aksi-aksi nyata yang dipimpin generasi muda dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan iklim di Minahasa Utara.

Joice

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *