Ziara ke Makam Pahlawan Maria W. Maramis, Bupati Joune: Hormati Perjuangannya dengan Karya Nyata

MINUT KOMENTAR-Suasana hening dan penuh khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Maria Walanda Maramis di Maumbi, Jumat (14/8/2026).

Jelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara menggelar ziarah ke makam sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada para pejuang yang telah merelakan jiwa dan raganya demi kedaulatan bangsa.

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune J.E. Ganda, SE., MAP. MM. M.Si. bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung, jajaran Forkopimda, serta para Kepala Dinas dan pejabat Pemkab Minut. Langkah kaki mereka yang pelan di atas hamparan pusara menjadi simbol refleksi mendalam: bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh generasi terdahulu.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda menyampaikan pesan yang menyentuh hati dan menggugah kesadaran kolektif. Ia menegaskan bahwa ziarah ini adalah momen untuk menyegarkan ingatan tentang siapa kita dan dari mana kita berasal.

“Kita berdiri di sini, di atas tanah yang disirami darah dan air mata para pahlawan. Maria Walanda Maramis dan rekan-rekan seperjuangannya tidak meminta balasan materi. Mereka hanya ingin melihat anak-anak cucunya hidup dalam martabat, kebebasan, dan kesejahteraan. Maka, cara terbaik untuk menghormati dan menghargai perjuangan mereka adalah dengan bekerja keras membangun daerah ini,” ujar Bupati Joune dengan nada tegas namun rendah hati.

Bupati mengingatkan bahwa rasa hormat terhadap pahlawan harus diterjemahkan menjadi aksi nyata. Setiap kebijakan yang pro-rakyat, setiap infrastruktur yang dibangun, dan setiap pelayanan publik yang diperbaiki adalah bentuk “terima kasih” yang paling konkret kepada para pendahulu.

“Jangan biarkan semangat perjuangan mereka pudar. Mari jadikan inspirasi dari keteguhan hati mereka sebagai bahan bakar bagi kita untuk terus bergerak maju. Jika mereka dulu berjuang mengusir penjajah dengan bambu runcing, maka tugas kita sekarang adalah mengusir kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan dengan ilmu pengetahuan, disiplin, dan integritas,” tambahnya.

Prosesi ziarah dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan, termasuk di makam tokoh emansipasi wanita Indonesia, Maria Walanda Maramis. Aksi sederhana ini menjadi simbol penyambungan estafet perjuangan; dari tangan para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan, kini beralih ke tangan para pemimpin dan masyarakat untuk mengisi kemerdekaan tersebut.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk arwah para pahlawan yang telah mendahului. Dengan hati yang terpenuhi oleh rasa syukur dan tanggung jawab, rombongan Pemkab Minut kembali ke kantor pemerintahan, membawa tekad baru untuk mewujudkan Minahasa Utara yang lebih maju, adil, dan sejahtera—sebagai persembahan terbaik bagi para pahlawan yang tidur tenang di TMP Maumbi.

Jose

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *